Selasa, 15 November 2011

VHIN VHINETA 1 (Novel)


Tatkala ku merenung dalam sejuknya malam dan terdiam sepi, ku sadari betapa cepatnya waktu berjalan dalam kehidupanku dan sekarang akan ku curahkan seluruh cerita ku yang pernah kualami dalam setiap hariku.
Ketika Vhin (gadis remaja yang lincah, periang, baik, dan punya banyak teman. Rambut pendek sebahu, mata sipit, bibir merah, kulit kuning langsat dan tinggi kurus) masih duduk di bangku SD pada saat itu pula Vhin dapat merasakan arti cinta diusianya yang masa dini. Vhin tidak pernah sadar apa itu cinta dan mengapa dia harus menjalaninya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, begitu pula dengan Vhin. Semakin dia beranjak dewasa dia semakin mengerti rasa sayang nya pada Andru (her first love, pria keren baik, kulit kecoklatan, tinggi dan agak pendiam) dan tiba saatnya dia harus berpisah dengan Andru karena Andru harus pergi untuk selamanya. Pada saat itulah hati Vhin hancur akan kepergian Andru. Vhin dengan Andru memang tidak berpacaran selama 9 tahun mereka hanya saling suka dan malu-malu.
Vhin tidak tau harus berbuat apa dengan perasaannya yang serba salah, dia sangat sedih dan rasa-rasanya dia tidak ingin lagi percaya akan cinta, tidak mau jatuh cinta lagi karena menurutnya cinta hanyalah kehancuran. Setiap malamnya dia hanya merenung, bersedih dan kecewa, Vhin tidak pernah menyangka kalau kisahnya akan seperti ini. Kisah cintanya dengan Andru yang berlangsung selama 9 tahun.
Sejak pertama kali Vhin melihat Andru, Vhin langsung jatuh hati padanya begitu pula dengan Andru tapi karena rasa malu yang cukup berlebihan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk bersahabat saja. Tapi lama-kelamaan persahabatan mereka menjadi TTM (teman tapi mesra). Vhin dengan Andru menjalani hari-harinya dengan rasa kebahagiaan. Tapi rasa bahagia itu langsung lenyap seketika. Karena orang tua Vhin mengetahui hubungan mereka. Orang tua Vhin sangat marah karena Vhin dan Andru masih anak-anak belum pantas merasakan yang namanya cinta, apalagi keluarga Andru adalah keluarga yang terpandang di kota itu status sosial mereka sangat berbeda bagaikan langit dan bumi.
Vhin sangat sedih dengan ucapan kedua orang tuanya. “Vhin, sadarlah kau tidak selevel dengan dia, kau masih kecil untuk pacaran, kau harus mengejar cita-citamu dulu lalu kau boleh pacaran”. Sambil bersedih Vhin berkata “mah aku gk pernah pacaran dan aku sama sekali gk pacaran ama Andru, kalian hanya salah paham”.
Vhin berusaha menjelaskan yang sebenarnya tetapi kedua orang tuanya tidak percaya. Akhirnya, Vhin pun lelah menjelaskan semuanya dan berkata “what’s done is done”. Vhin berusaha melupakan kejadian itu. Sedangkan Andru harus rela tabah menghadapi sikap acuh Vhin terhadapnya.
Andru mengahampiri Vhin dan berkata lembut”kamu kenapa?? Kok akhir-akhir ini kamu cuek ama aku, perasaan aku gk pernah buat salah ama kamu, kamu jangan diam aja”. Vhin menjawab “i’m so sorry kalau aku buat kamu khawatir tapi aku harus lakuin ini semua agar orangtuaku gk salah paham lagi ama hubungan kita”. Andru merasa heran dengan perkataan Vhin”hubungan kita, Vhin kau kan tau kalau aku emang sayang ama kamu tapi kita udah sepakat Cuma best friend gk lebih”kata Andru tegas, “i know, aku juga sayang ama kamu tapi kita sebaiknya tidak terlalu sering bertemu karena kau tau sendiri kan.”
Setelah perbincangan yang panjang itu Vhin dan Andru sepakat untuk tidak terlalu sering bertemu. Beberapa bulan kemudian setelah lulus dari bangku SMP. Vhin harus merelakan kepergian Andru untuk selama-lamanya saat dia mendengar bahwa Andru lelaki yang amat ia sayangi telah meninggal. Penyebab kematiannya adalah karena Andru menderita sakit kanker hati, sebenarnya penyakit Andru sudah hampir sembuh semenjak Vhin hadir dalam hidupnya. Tetapi, kini Andru sangat sedih karena dia harus menjauhi Vhin wanita yang sangat dia sayangi, Andru merasa bersalah terhadap Vhin. Ia merasa bersalah telah membuat Vhin sedih dan kecewa. Sebelum Andru meninggal dia meminta tolong pada sahabatnya kevin (tinggi, kulit kecoklatan, rambut harajuku style, mata sipit, humouris dan care). Dia adalah sahabat dari Vhin dan Andru, mereka bersahabat sejak masih kecil, sebenarnya kevin juga menyanyangi Vhin bukan sebagai sahabat, tetapi kevin harus merelakan Vhin untuk lelaki lain. Vhin tidak pernah tau akan perasaan kevin terhadapnya.
Kevin membawa Andru ke tempat dimana tempat itu adalah taman yang penuh dengan kenangan terindah Vhin dengan Andru. Ketika sampai di taman itu Andru langsung duduk di kursi cinta. Andru membayangkan dan mengingat semua kenangan yang pernah di laluinya bersama Vhin sambil berkata dalam hati “Vhin maafkan aku karena telah membuatmu menangis, biarkanlah aku menggantikan kesedihanmu dan seluruh tetes air matamu, aku tidak pernah menyesal karena mencintaimu, karena mencintaimu adalah semangat dalam hidupku. Aku hanya berharap dengan kepergianku kau tidak akan bersedih lagi, kau tidak akan meneteskan air matamu lagi, kesedihanmu adalah kesedihanku, bahagiamu adalah bahagiaku, walau dunia menentang aku akan tetap menyayangimu dengan seluruh jiwa dan ragaku. Kini aku harus pergi untuk selamanya dan akun harap kamu akan mendapatkan lelaki yang lebih baik dari aku, maafkan aku dan biarkanlah cinta ini aku bawa sampai mati”. Setelah merenung dan mengucapkan kata terakhirnya dengan sekejap mata Andru menghembuskan nafas terakhirnya ditaman itu.
Kevin tak menyangka Andru akan meninggal disini, tetesan air mata membanjiri wajah kevin seakan tidak percaya akan kepergiaan Andru. Dengan penuh kesedihan kevin membawa Andru pulang, kedua orang tua Andru seakan tidak dapat melepaskan Andru anak sulung mereka, setelah semua siap untuk membawa Andru ke pemakaman untuk di kuburkan tiba-tiba tubuh Andru tidak dapat digerakkan seakan dia menunggu seseorang dan saat itu pula Vhin datang dengan tubuh lemas melihat Andru, tidak henti-hentinya Vhin menangis dan menyentuh wajah Andru dan berkata. “Andru kenapa, kenapa kamu harus ninggalin aku disaat hubungan kita baik-baik saja, aku menyesal telah membuatmu kecewa, sekarang pergilah, berngkatlah aku akan baik-baik saja kamu gk usah khawatir”.(dipenuhi tetesan air mata).
Setelah itu tubuh Andru langsung dapat diangkat dan dibawa ke pemakaman. Vhin tidak pernah berhenti menangis dan membakar semua barang kenangannya dengan Andru saat itu ada kevin di samping Vhin. Kevin berusaha menghibur Vhin tetapi Vhin tidak dapat berhenti merenung dan menangis dengan tatapan mata yang penuh rasa kebencian sambil berkata “dia adalah cinta pertamaku dan juga cinta terakhirku, aku tidak akan pernah membuka hatiku lagi untuk laki-laki lain, kan ku tutup rapat pintu hatiku dan melupakan semua kejadian ini, mulai saat ini aku tidak mau jatuh cinta lagi dan menjalin hubungan dengan laki-laki lain karena aku tidak percaya lagi dengan cinta, cintaku hanya untuk Andru karena cinta ini telah membekas dalam hatiku, akan ku jalani hariku tanpa cinta aku akan bersikap seperti batu yang ada di pinggir pantai”.
Merasa kecewa dengan perkataan Vhin, kevin tidak percaya dengan semua ucapan Vhin, kevin berusaha tabah dan berkata dalam hati “Vhin aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta lagi walaupun itu bukan dengan ku. Melihatmu tersenyum dan ceria lagi itu sudah membuatku bahagia. Jadi, walaupun kau berkata seperti itu aku akan tetap berusaha, seperti janjiku pada Andru”.
Tidak terasa Vhin telah beranjak remaja, sekarang Vhin telah duduk dibangku SMA bersama sahabatnya. Sejak pertama kali vhn masuk ke sekolah barunya sudah banyak laki-laki yang ingin menjadikan Vhin pacarnya mulai dari kakak kelasnya sampai seangkatannya tapi satu pun dari mereka tidak di hiraukan malahan Vhin menganggap mereka itu tidak ada. Kevin sahabat Vhin merasa sedih melihat tingkah laku Vhin yang berubah 1800, Vhin bukanlah gadis ceria dan gampamg bergaul sejak kejadian itu.
Peristiwa itu benar-benar mengubah kehidupan Vhin. “Vhin¸sahabatku apa yang harus ku Lakukan untuk mengembalikanmu seperti dulu lagi” kata kevin. Tiba-tiba terlintas di pikiran kevin untuk mengajak Vhin jalan-jalan sekedar melepas kebosanan. “Vhin, sahabatku yang paling cwanti, kamu mau kan weekend nanti ikut denganku ke tempat dimana tempat itu akan membuatmu ceria lagi mau ych, mau dongk, mau kan???” kata kevin dengan penuh semangat. “buat apa kevin walaupun kau membawa ku keluar negeri aku tidak akan bisa ceria lagi”. Ujar Vhin
Berulang­-ulang kali kevin merayu Vhin, akhirya Vhin mau juga iktu weekend. Hari itu telah tiba dengan membawa perlengkapan untuk rekreasi seperti, snack, terpal, i-pod, novel, dan camera. Setelah semua siap Kevin pergi menjemput Vhin, saat sampai dirumahnya. “boleh gk, aku ngajak ade sepupuku Nabila soalnya dia ngebet bangen pengen ikut?”Tanya Vhin. “no problem, makin banyak orang makin baik.”jawab Kevin. “ayo kita berangkat”. Kata Kevin bersemangat. Saat ditengah perjalanan, tiba-tiba segerombolan preman menghadang mobil Kevin, Kevin sangat takut dengan preman-preman tersebut tetapi tidak pada Vhin yang hanya asyik membaca novel sambil mendengarkan music. Serentak Kevin menginjak remmobilnya dan membuat Vhin marah karena kaget.
“dduuhh….kenapa tiba-tiba kamu ngerem mobil?”Tanya Vhin. “itu….itu……itu…ada preman ngalangin mobil aku”. Jawab Kevin. “emangnya kenapa ada masalah, kamu tinggal turun dan Tanya mau mereka apa, kamu takut yach?”ujar Vhin, serentak salah satu preman itu mengetok jendela mobil Kevin dengan keras. “hei…turun”bentak si preman. “tapi Vhin mereka tuch banyak banget”kata Kevin yang ketakutan. Tanpa rasa takut sedikitpun Vhin turun dan mengajak mereka bicara baik-baik. “ada apa ni, kenapa kalian menghalangi perjalanan kami, sebaiknya kalian pergi jika tidak ingin merasakan sakit”. Kata Vhin, sambil tertawa terbahak-bahak preman itu menyolek dagu Vhin dan berkata “jangan galak gitu dongk, kamu kelihatan jelek kalau lagi marah sebaiknya kamu Serahkan mobil ni dan kami tidak akan menyakiti kalian”. “kalau aku gk mau, gimana?” bantah Vhin. Perkelahian pun terjadi diantara mereka, dengan tinju dan tendangan yang keras Vhin menghabisi mereka satu per satu. Mata melotot seolah Kevin tidak percaya akan kehebatan Vhin dalam berkelahi, tiba-tiba Kevin teringat pada saat Vhin masih berusia 4 tahun.
Vhin pernah dilatih oleh kakeknya menjadi seorang samurai sejati di suatu tempat yang entah dimana keberadaannya dan saat Vhin telah menguasai teknik-teknik seorang samurai Vhin dilantik  menjadi shinobi, tidak hanya itu Vhin juga melanjutkan sekolahnya sambil kursus whusuy untuk memperdalam lagi kemahirannya dalam bela diri, saat itu Vhin adalah salah satu murid yang paling mahir dan paling pandai dalam teknik bela diri whusuy, kira-kira usia Vhin telah beranjak 7 tahun saat itu pula Vhin bertemu dengan Andru untuk pertama kalinya.
“Kevin, Kevin, halo..sadarlah ayo kita jalan”kata Vhin menyadarkan Kevin yang sedang menghayal. “untunglah nabila gk terbangun”kata Vhin dalam hati, “oohh iyach….udah selesai yach”. Ujar Kevin. Dan mereka pun melanjutkan perjalanan dan tidak mempedulikan para preman yang terkapar kesakitan itu, mereka pun tiba ditempat rekreasi. “Vhin, kita udah sampai” kata Kevin. “udah sampai yach….nabila banguun kita udah sampai nich” kata Vhin sambil membangunkan nabila. “iyach kak” balas nabila. Merekapun menikmati keindahan taman tersebut. Satu demi satu peralatan diturunkan dan di susun rapi, mereka pun memakan snack yang mereka bawa. “gimana Vhin, tempat yang aku pilih ini cocokkan dengan suasana hatimu”kata Kevin, sambil tersenyum, seakan Vhin telah melupakan semua kesedihannya. “aku bahagia melihatmu bahagia Vhin” ujar Kevin dalam hati.
Saat Vhin dan Kevin sedng asyik bercengkrama dan nabila juga asyik bermain-main dari kejauhan ada seorang pria memperhatikan Vhin sejak tiba di taman, Kevin mulai curiga dan pergi menghampiri pria itu. “Vhin bentar yach aku mau ke sana”kata Kevin, Vhin hanya mengangguk-anggukkan kepalanya karena dia sedang asyik membaca novel. Kedua pria itu langsung bertemu dan bertatap mata. “dari tadi aku lihat kamu terus ngeliatin gadis itu kamu siapa?kenapa kamu natap Vhin kaya gitu?”kata Kevin. “oohh, jadi nama gadis itu Vhin,ehh nama aku Martin” jawab Martin yang santai. “aku tegasin yach sama kamu, jangan pernah ganggu Vhin atau kau akan melawanku”. Ancam Kevin sambil meninggalkan tempat itu, tidak lama kemudian mereka pun pergi meninggalkan taman itu dan pulang kerumah masing-masing.
Saat sampai dirumah Vhin. “thanks yach Kevin, kamu emangk sahabat aku yang paling baik, kalau gitu aku masuk dulu soalnya aku mau istirahat ini adalah hari yang indah bagiku, lagi pula nabila juga udah tidur”kata Vhin yang menggendong nabila. “ok, kalau gitu aku pamit dulu samapi jumpa lagi disekolah” kata Kevin. Kevin pun pergi menemui Martin Karena masih penasaran dengan pria tersebut. Dan untunglah Martin masih berada di taman, Kevin pun menghampirinya dan mengajaknya bicara, mereka pun bercengkrama dan tidak lama kemudian Kevin akhirnya mengerti apa yang Martin inginkan, walaupun terkejut mendengar pengakuan Martin bahwa dia menyukai Vhin pada pandangan pertama. Kevin pun pergi setelah selesai ngobrol dengan Martin. Kevin pun berteman dengan Martin karena dia ingin tahu tentang Martin dan apakah Martin pantas untuk Vhin. Keesokan harinya disekolah, Martin menghampiri Kevin. “hai,,, gimana kamu udah ngomong ama Vhin tentang aku?”Tanya Martin penasaran. “sorry, aku belum ngomong soalnya aku rasa belum pas aja waktunya”jawab Kevin. “kok gitu? Terus kapan dongk kamu mau nyomblangin aku ama Vhin?”Tanya Martin, “aku gk tau and aku gk bisa janji mau nyomblangin kamu ama Vhin soalnya sifat Vhin itu keras”jawab Kevin. Vhin pun dating, “eehh itu Vhin”kata Martin, Kevin pun memanggil Vhin dengan suara yang lantang. Vhin pun berjalan kearah mereka dengan debaran jantung yang kuat Martin mencoba tetap berada di dekat Kevin, “hai,Vhin tumben kamu telat datangnya?”Tanya Kevin, “aku tadi kena macet soalnya”jawab Vhin, Kevin pun memperkenalkan Martin. “oh ya ini Martin, teman baruku” kata Kevin. mereka pun bersalaman.
Bel masuk pun berbunyi perbincangan mereka terhenti, Kevin dan Martin tidak satu kelas begitupun dengan Vhin tapi tetap satu jurusan. Kelas pun dimulai, para guru memberikan mata pelajaran sampai waktu pulang sekolah tiba. Dalam benak Kevin sangat ingin memberitahukan Vhin bahwa Martin punya rasa padanya tapi, karena takut  Kevin pun menyembunyikan rahasia itu. Para pelajar pulang dengan bergerombolan Kevin pun pulang dengan Vhin dan tidak menghiraukan Martin dulu. Satu minggu kemudian di waktu pulang sekolah tanpa sengaja Vhin akhirnya tahu yang sebenarnya tentang perasaan Martin padanya melalui salah satu sahabat Martin.
Vhin lansung shock mendengarnya dan berlari pulang kerumah, tapi Vhin tidak terlalu ingin memikirkannya. Hari berganti hari Martin pun melakukan pendekatan terhadap Vhin baik di sekolah maupun dirumah Vhin. Dimana ada Vhin pasti ada Martin yang selalu mengikutinya, Vhin tidak dapat menahan amarahnya lagi, dan langsung meninggalkan Kevin dan Martin yang sedang asyik bercerita. “Vhin kenapa, gk biasa dia pergi gk pamit?”Tanya Martin pada Kevin yang heran, “gk tau juga, entar aku Tanya dech”jawab Kevin, sore itu juga Kevin langsung menghampiri Vhin dirumahnya. Sambil mengetok pintu Kevin berteriak memanggil Vhin, pintu pun di buka oleh ibu Vhin. “eehh Kevin, cari Vhin yach?”Tanya ibu Vhin, “iyach tante Vhin nya ada??”kata Kevin, “iyach, dia ada kok, kamu masuk gih, bentar tante panggilin dulu”kata ibu Vhin, “iyach, makasih tante”jawab Kevin, Kevin duduk menunggu Vhin di teras sambil menunggu Vhin yang di panggil oleh ibunya.
Tidak lama kemudian Vhin datang dengan wajah yang lesu dan masih ngantuk. “Kevin!!! Ada apa???”Tanya Vhin. “eehh Vhin. Sorry ganggu gini aku mau nanya akhir2 ini aku lihat kamu aneh tiap kali kita duduk bareng Martin, ada apa???”Tanya Kevin, “sebenarnya aku jengkel banget ama dia soalnya dia selalu ngikutin aku, and aku juga udah tau kok gimana perasaan dia ke aku”jawab Vhin, “oohh yach? Dari mana kau tau?”Tanya Kevin, “dari temannya, tapi aku gk mau mikirin hal itu”jawab Vhin, “yach aku sich terSerah dari kamu baiknya gimana yang penting kamu bahagia”kata Kevin, “dan satu hal lagi tolong beritahu Martin supaya jangan ganggu aku terus ”karena lama-kelamaan aku bisa jadi benci ama dia, aku baik ke dia Cuma kasian ngelihat pengorbanannya sampai segitunya ke aku” kata Vhin, “okeych, entar aku ngomong ama dia, kamu tenang aja”kata Kevin bohong.
                Keesokan harinya Martin pergi menempuh jarak 5 kilo hanya untuk dapat melihat wajah Vhin walaupun hanya semenit. Martin selalu melakukan pendekatan dengan lalu lalang di depan rumah Vhin tanpa rasa lelah Martin melakukannya selama berhari-hari sampai Vhin tersenyum padanya. Usaha Martin tidaklah sia-sia, Martin akhirnya berhasil membuat Vhin tertarik pada Martin. Tapi, dia salah sangka, Vhin tidak tertarik padanya dia hanya kasihan pada Martinyang tidak henti-hentinya melewati rumahnya. Martin sangat kecewa mendengarnya, tetapi untung saja ada kevin yang memberi semangat “kamu tidak perlu khawatir perasaan kasihan Vhin terhadapmu pastiakan berubah menjadi sayang, percayalah padaku karena aku sudah mengenal Vhin sejak kecil” kata kevin. Setelah mendengar ucapan kevin, Martin langsung bersemangat dan melanjutkan aksinya. Beberapa minggu kemudian ucapan kevin menjadi kenyataan walaupun Vhin membohongi dirinya bahwa dia tidak menyukai Martin. Tetapi, kevin tidak dapat tertipu. Mendengar hal itu Martin sangat senang saking senangnya Martin berteriak di tengah lapangan sekolah tepatnya di lapangan basket sambil merayakan kemenangan hatinya bersama sahabat-sahabatnya. Aksi katakan cinta akan dilakukan Martin pada saat pulang sekolah ketika sekolah sepi agar tidak ada yang menganggunya. Berdebar-debar hati Martin membayangkan hari esok, membayangkan jawaban dari Vhin.
Hari yang mendebarkan itu telah tiba tapi apa yang dibayangkan Martin tidak seperti yang ia harapkan. “Vhin, sejak pertama kali aku melihatmu, aku langsung suka sama kamu, aku tau ini terlalu cepat tapi aku tidak dapat menahan perasaanku lagi aku terlalu menyukaimu”. Kata Martin yang penuh dengan penuh keyakinan. Jantung Martin berdetak kencang menunggu jawaban dari Vhin. “Martin, akku tau niat kamu baik tapi aku tidak bisa membuka hatiku untuk pria lain, aku tidak ingin kecewa karena cinta, aku takut tidak bisa menjaga perasaan cintaku, sekali lagi maafin aku”. Kata Vhin dengan tegas.
Hancur hati Martin mendengarnya, tubuhnya lemas yang terniang di telinganya hanyalah jawaban dari Vhin tadi. Tiba-tiba kevin datang dan menghapiri Martin sambil berkata “bagaimana, apa yang dikatakan Vhin??”tanya kevin penasaran. Martin tidak berbicara lagi dia hanya menggelengkan kepalanya dan menghela nafas. “aku turut sedih tapi kamu jangan kecewa dan putus asa mungkin sekarang kamu lebih baik berteman saja dulu dengannyaagar kalian dapat mengenal satu sama lain”. Kata kevin memberi semangat. “thanks atas dukungannya” jawab Martin.
Mereka menjalani hubungannya hanya sebatas sahabat saja. Tetapi persahabatn ini menjadi semakin dekat dan mereka akhirnya mempunyai status TTM. Saat Vhin telah menyelesaikan timbul satu masalah yang rumit yaitu Vhin terpilih menjadi salah satu agen rahasia suatu sekolah yang dirahasiakan tempatnya dan tak ada satupun orang yang mengetahui keberadaannya. Sekolah itu adalah sekolah tempat berkumpulnya anak-anak yang memiliki kemampuan khusus untuk menjalankan suatu tugas yang berbahaya. Saat tiba dirumah Vhin bertemu dengan laki-laki yang berjas rapi dan memakai kacamata hitam. Resah dan kaget perasaan Vhin dan ternyata pria berjas tersebut utusan dari sekolah itu untuk memberikan suatu undangan yang isinya tentang Vhin terpilih menjadi salah satu anak yang memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa dan kemampuannya tersebut akan menjadikannya seorang gadis yang akan menyelamatkan banyak nyawa.
Setelah berbincang-bincang akhirnya Vhin diizinkan oleh kedua orang tuanya untuk pindah sekolah. Vhin merasa belum siap meninggalkan sekolahnya, teman-temannya, dan Martin tapi apa boleh buat ini semua untuk kepentingan orang banyak, Vhin mengirimkan sms kepada teman-temannya yang berisikan selamat tinggal. Disaat Vhin berkemas tiba-tiba Martin dan kevin datang, saat sampai disana mereka kaget karena mereka melihat Vhin yang sedang berkemas. “kau mau kemana, Vhin?” tanya Martin. “maafin aku karena aku harus pindah untuk tujuan yang penting dan aku minta maaf aku nggak bisa kasih tau kalian aku pindah kemana karena ini sangat rahasia”. Jawab Vhin, “tapi Vhin kita masih bisa berteman lagi kan?”kata kevin. “tentu saja”. Sambil tersenyum Vhin akhirnya pergi meninggalkan rumahnya, sekolahnya, teman-temannya, dan kenangannya yang telah berlalu.
Vhin yang ingin meneteskan air matanya karena sedih terpaksa harus menahannya karena dia berusaha untuk tegar dan tidak membuat orang yang ia sayangi bersedih. Berangkatlah Vhin dengan pria itu sambil canggih. Beberapa menit kemudian  mereka pun sampai di bandara dan naik ke pesawat yang penumpangnya hanyalah anak-anak seusia Vhin, anak-anak yang diundang juga dalam sekolah rahasia itu. Saat Vhin menaiki pesawat itu dan mengambil tempat duduk Vhin tidak tau harus duduk dimana, untung saja ada gadis remaja memanggil Vhin untuk duduk di dekatnya. “hai, namaku Aiy kinosaru panggil saja aku Aiy, namu kamu siapa?”tanya gadis manis berkulit putih dan mengingat dua rambutnya. “namaku Vhin Vhineta panggil saja Vhin.” Jawab Vhin senyum.
Mereka akhirnya saling becengkrama untuk mengenal kepribadian satu sama lain. Vhin merasa Aiy adalah sahabat barunya begitu pula dengan Aiy. Para remaja itu merasa heran karena daerah yang mereka lalui sangatlah asing karena waktunya sangat cepat kira-kira hanya 5 jam saja. Keheranan para remaja itu setelah salah seorang awak pesawat menjelaskan begitu canggihnya pesawat yang mereka tumpangi. “pesawat ini hanya ada satu di dunia karena hanya pesawat ini yang mampu melewati vortal waktu, tempat dan suasana, lihatlah dibalik kaca”. Kata awak pesawat, serentak mereka berbalik dan melihat kearah kaca, mereka semua kebingungan karena yang mereka lihat bukanlah awan, rumah-rumah ataupun langit.
Yang mereka lihat hanyalah pancaran cahaya yang kewarna-warnian yang mengelilingi pesawat. “Ini adalah gerbang antara dunia kalian dengan dunia kami, dunia yang akan segera kalian tempati, kalian tidak usah khawatir”. Kata awak pesawat. Akhirnya mereka sampai di tujuan Vhin, Aiy dan yang lainnya di persilahkan turun, saat mereka turun telah ada di depan mata mereka sebuah gerbang yang amat panjang terbuat ari 35 lapis besi yang tertutup rapat dan bentuk langit yang aneh atau bisa di bilang hanya pancaran cahaya dari sekumpulan warna. “kejutan apa lagi yang akan aku lihat?” tanya Vhin. “wwoouuww” kata para remaja itu. Dalam sekejap mata pesawat itu langsung menghilang bagaikan ditelan bumi. Tiba-tiba gerbang raksasa itu terbuka sendiri sambil terdengar suara “selamat datang para anak-anak yang berbakat”. “tidak berkedip mata Vhin melihat keanehan isi dari gerbang tersebut”. Mereka pun menatap luas tempat itu dan terkagun-kagum. “sungguh luar biasa orang-orang yang menciptakan tempat ini” salut Vhin. “astaga, aku nggak mimpikan??” tanya Aiy¸Vhin hanya tersenyum. Para remaja itu seakan tidak percaya dengan keajaiban sekolah itu bagi mereka ini adalah salah satu keajaiban dunia yang menakjubkan sungguh luar biasa.
Baru kali ini mereka melihat sekolah yang mempunyai lorong yang amat panjang dan besar, menara yang tinggi dan ada keajaiban apa lagi yang akan mereka lihat. Mereka di pandu oleh Mr. Oys, mereka menaiki sebuah kereta tanpa atap dan tanpa pintu serta jendela, yang ada hanyalah tempat duduk saja. “naik dan duduklah di kereta ini akan mengantar kalian ke ruang tengah karena tidak mungkin kalian berjalan kaki melewati terowongan tanpa ujung ini”. Kata Mr. Oys, dan mereka pun menuruti ucapan dari Mr. Oys. Saat kereta itu melaju dengan kecepatan 20km/jam , dibalik terowongan ini mereka dapat melihat jembatan yang indah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Mereka semua sangat senang terutama dengan Vhin, karena Vhin belum pernah sebahagia ini semenjak kematian Andru. “Vhin, apa kamu nggak merasa heran dengan semua ini, aku merasa ini semua hanyalah hologram” kata Aiy. “tidak Aiy, ini bukanlah hologram tempat ini nyata aku bisa ngerasainnya karena aku adalah seorang samurai, aku udah terlatih dengan hal-hal yang nyata dan tidak nyata, percayalah padaku Aiy”ujar Vhin dengan tegas. Akhirnya, mereka sampai di ruang tengah. “anak-anak kita telah sampai, silahkan turun dengan tertib”kata Mr. Oys, mereka langsung turun dan diantar keruang tengah, saat tiba di ruangan tersebut mereka di kejutkan lagi dengan sebuah aula yang luar biasa luasnya dan bertingkat serta mempunyai lift yang banyak. “silahkan duduk anak-anak”terdengar suara dari atas, “bagaimana kita bisa duduk disinikan tidak ada tempat duduk, betulkan Vhin?”kata Aiy, sekejap mata kursi telah ada seakan disulap mereka akhirnya duduk di kursi masing-masing. “selamat datang anak-anak, aku perkenalkan kepala sekolah the best school sekaligus pemilik sekolah ini” kata Mr. Oys, kepala sekolah itu duduk dengan agungnya sambil melambaikan tangannya pada anak-anak tersebut.
“terimakasih Mr. Oys” kata kepsek sambil berdiri dan kepsek itu berpidato. “selamat datang anak-anak yang luar biasa perkenalkan aku kepala sekolah dan pemilik sekolah ini namaku adalah Prof. Ben Bedrick, disamping kiriku adalah istriku Dr. Seyla (tersenyum kecil) dan di samping kananku adalah putraku satu-satunya yang bernama Alex bedrick (tersenyum kecil), kalian tentu sudah melihat sebagian besar dari sekolah ini dan aku juga tau kalian pasti kagum, sekolah ini aku bangun dengan tujuan mengumpulkan dan melatih anak-anak yang memiliki kemampuan khusus guna melindungi bumi dari ancaman luar angkasa, bumi ini semakin tidak terkendali lagi akibat perbuatan tangan-tangan jailmaka dari itu aku membangun sekolah ini, aklian adalah perwakilan dari berbagai wilayah di dunia ini untuk itu marilah kita bersama-sama melindungi bumi kita, maka dari itu aku beserta semua pengajar dan senior kalian ingin melihat kemampuan kalian hadapilah tantangan ini” kata Prof. Ben.
Lampu dimatikan (suara gemuruh dan mereka pun panik) ruangan itu gelap gulita Vhin dan yang lainnya tidak dapat melihat apa pun yang mereka ingat hanyalah ucapan dari Prof. Ben tadi. Tiba-tiba saat lampu menyala disekeliling mereka ada sejumlah orang dan mereka akan menyerang dan menghancurkan apa yang ada di depannya. “Vhin, ada apa ini apa yang harus kita lakukan?”tanya Aiy sambil bertarung, “tenanglah hadapi saja mereka ini adalah tantangan kita gunakan apapun yang bisa kau pakai”jawab Vhin.
Semua remaja itu bertarung dengan gigih sambil diperhatikan oleh Prof. Ben dan semua rekan pengajarnya. Prof. Ben ingin menguji sampai dimana kemampuan mereka melawan prajuritku yang berjumlah 200 orang sedangkan jumlah meraka hanya 73 saja tapi Prof. Ben kaget saat melihat seorang gadis yang bertarung dengan tangan kosong dan santai. “siapa anak itu?”tanya Prof. Ben, “anak itu bernama Vhin Vhineta dia gadis yang lincah dan luar biasa, ilmu beladirinya pun sudah mencapai tingkat tinggi” jawab mr. Oys, dalam hati Prof. Ben berkata “sungguh luar biasa anak itu dia bertarung dengan penuh semangat tetapi dia tidak menggunakan emosinya dia menyatukan teknik samurai dan whusuy jarang ada anak seperti itu di zaman sekarang, dia mengalahkan lawannya dengan santai tanpa amarah dia seperti petarung professional, tunggu (termenung sekejap) apa yang dia gunakan itu, ternyata sebuah rantai kalung besi yang panjang bertambah kagum aku menyaksikan pertarungan anak itu dengan lincahnya dia menggunakan rantainya itu”.
Pertarungan itu pun telah berakhir Prof. Ben dan yang lainnya bertepuk tangan, anak-anak itu diantar ke kamranya masing-masing untung saja Vhin satu kamar dengan Aiy, jadi Vhin tidak akan kesepian ari yang melelahkan itu ditutup dengan istirahatnya para remaja itu. “good night anak-anak”kata Prof. Ben. Mulai besok mereka akan menerima pelajaran-pelajaran dari guru sekolah tersebut. Hari mulai pagi terdengar suara dari setiap kamar, “bangun anak-anak”. Para remaja itu bangun dan bergegas masuk ke kelas masing-masing menurut aturan dari Prof. Ben, lagi-lagi Aiy dan Vhin ditempatkan dalam satu kelas dan herannya ternyata di kelas itu juga ada Alex anak dari Prof. Ben bersama temannya. “Vhin, Vhin itu kan Alex kenapa dia di kelas ini juga yach? Tapi jika dilihat-lihat Alex tampan juga, aku jadi semangat kalau ada dia”kata Aiy yang centil dan tertawa kecil.
“udah dech, nggak usah dipeduiin ayo kita duduk” kata Vhin. “kamu tau nggak Vhin saat acara pembukaan semalam para gadis memuji ketampanan Alex lho malahan mereka berebut untuk menjadikannya pacar mereka, apa kamu nggak mau ikut taruhan itu kalau dipikir-pikirkan kamu lebih cantik dari mereka pasti kamu yang menang dech”kata Aiy. “Aiy.........biarkan saja mereka mau berbuat apa terSerah mereka aku nggak mau cari masalah disini lagi pula aku juga nggak suka sama Alex” kata Vhin cuek.
Semua remaja itu belajar dengan giatnya dimulai dari kelas materi dari kelas praktek dan begitu seterusnya. Sudah 2 bulan Vhin dan yang lainnya berada disana mereka bertambah hebat dan lincah terutama Vhin dia mengalahkan lawan-lawannya di kelas praktek dengan mudah suatu prestasi yang gemilang. Sedangkan Prof. Ben dan mr. Oys selalu memperhatikan mereka dari komputer, Prof. Ben semakin salut terhadap pada Vhin. Vhin tak lupa untuk menghubungi kevin dan Martin untuk menanyakan kabar mereka terutama orang tuanya. “ma...pa...aku kangen banget ama kalian aku rindu dengan sekolah dan lamaku”. Kata Vhin dalam suratnya.
Suatu malam Vhin tidak dapat tidur akhirnya dia berjalan-jalan keluar untuk menghirup udara segar saat sampai di jembatan Vhin bertemu dengan Alex yang juga sedang berjalan-jalan. Mereka pun bertemu dan mulai berbincang-bincang, “hai..nama kamu Vhin Vhineta kan?”tanya Alex. “iya betul dan kau Alex kan?”kata Vhin. “apa yang kamu lakukan disini, tidak banyak seorang gadis berjalan sendiri apalagi di malam hari”. Kata Alex, “aku Cuma mau menghirup udara segar, aku bosan di kamar terus, kamu sendiri apa yang kamu lakukan disini?” tanya Vhin, “sama seperti kamu”jawab Alex. “dari kecil aku hidup disini, aku tidak tau dunia luar itu seperti apa, aku hanya dapat melihatnya di komputerku, aku ingin sekali keluar berjalan-jalan, Vhin maukah kamu menjadi temanku dan menceritakan semua apa yang ada di duniamu”. Kata Alex
“tentu saja Alex, aku akan menjadi teman baikmu asal kamu mau berjanji untuk tidak menjadi pacarku”kata Vhin tertawa. Sambil tertawa Alex berkata “aku janji Vhin yang cantik lagi pula aku belum mau pacaran, walau gadis-gadis selalu mengejarku”kata Alex. Saat sedang asyik mengobrol ada seorang gadis memperhatikan mereka gadis itu bernama Sera gadis manis dan berambut panjang dan salah satu murid di sekolah itu. “apa yang dilakukan Alex dan Vhin disini, awas saja kalau Vhin berani merebut Alex dari ku, aku akan buat perhitungan dengannya” ancam Sera yang marah. “Vhin sudah larut malam aku antar kamu ke kamarmu yach sekalian aku juga mau ke kamarku” kata Alex, “iyach..ohh kamar ada dimana satu arah dengan kamar ku yach?”tanya Vhin. “iyach”jawab Alex. “Vhin thanks yach atas malam ini aku harap kita bisa bertemu lagi dan berbincang-bincang lagi”kata Alex. “iya..iya..kamu tidak usah khawatir lagi pulakan besok kita bertemu di kelas”kata Vhin. “good night”kata Alex, “good night too”balas Vhin.
Mereka selalu bertemu dan mengobrol seperti sepasang kekasih, Vhin dan Alex selalu bertemu di jembatan, di kelas, di kantin, maupun ditaman semakin lama perssahabatn mereka semakin erat. Sampai suatu hari tanpa sengaja Alex mengutarakan isi hatinya pada Vhin. Saat Alex sedang berduaan dengan Vhin di jembatan, suasana hati Vhin jugas edang bahagia jadi itu kesempatan yang bagus untuk menembak Vhin.
“Vhin...Vhin...aku boleh tanya sesuatu nggak?”tanya Alex, “tanya apa?”kata Vhin. “gini Vhin maaf kalau aku lancang tapi aku nggak bisa lagi nutupin perasaan aku ke kamu, kamu mau nggak jadi pacarku?”tanya Alex gugup. “yaa..ampun Alex aku kan udah pernah bilang ama kamu kalau aku nggak percaya lagi ama yang namanya cinta, jadi sorry banget aku nggak bisa, sekali lagi ngomong kaya gitu aku nggak akan mau lagi jadi teman kamu”jawab Vhin dengan tegas. “kalau gitu aku minta maaf, aku janji kau nggak bakal ngomong kaya gitu lagi”ujar Alex. “gitu dongk iut namanya baru sahabat baikku”kata Vhin.
Tiba-tiba terdengar suara dari menara yang memanggil seluruh siswa untuk berkumpul di aula. Serentak Vhin dan Alex menuju ke ruangan tersebut saat sampai disana seluruh siswa telah berkumpul dan berbaris dengan rapi. Prof. Ben yang didampingi oleh istrinya dan Mr. Oys, dalam aula itu Prof. Ben berkata “selamat siang para siswaku, siang ini aku mengumpulkan kalian di tempat ini karena ada sesuatu yang amat sangat penting yang harus aku sampaikan langsung ke kalian, lansung saja selama seminggu kedepan aku beserta seluruh guru akan mengadakan lomba tarung antara seluruh siswa kelas X dan dari 120 siswa hanya 7 orang yang akan lolos dan mendapatkan penghargaan dan tugas yang sangat penting. Seharusnya lomba ini diadakan satu setengah tahun lagi tetapi saya telah mendapatkan laporan yang sangat daruratdan penting demi keselamatn orang banyak jadi 7 orang yang terpilih nanti akan menjalankan misi penting dan pertarungan akan diadakan besok pagi, dan juga secara resmi saya membuka lomba ini” kata Prof. Ben.
Sambil dipenuhi teriakkan semangat dari para siswa di sertai dengan tepuk tangan yang meriah akhirnya semua siswa itu kembali ke kamranya dan bersiap-siap untuk menghadapi hari esok. Saat didalam kamar Aiy sedang sibuk dengan sibuk dengan komputernya. “Aiy, kamu sedang apa?”tanya Vhin. “ini Vhin aku lagi nyari siswa-siswa yang pandai bertarung di sekolah ini”jawab Aiy. “untuk apa Aiy?”tanya Vhin. “ini sangat perlu lagi Vhin dengan ini kita bisa melihat kemampuan dari siswa lain yang akan menjadi lawan kita nanti”. Kata Aiy. “oohhgg.........gitu, tapi kamu tau dari mana cara membuka situsnya?”kata Vhin, “kamu lupa yach, kita kan pernah di beritahu oleh mr. Oys waktu dikantin itu”jawab Aiy, “oohhgg..waktu itu, tapi menurut aku itu nggak perlu asalkan kita bisa mengeluarkan seluruh kemampuan kita”ujar Vhin, “kamu sich enak, karena kamu kan juara kelas”kata Aiy, “udah,,istirahat aja besok adalah hari yang penting kamu jangan terlalu sibuk dengan komputer itu”ujar Vhin, “iya..iya..iya..aku tidur” balas Aiy. Mereka akhirnya tidur dan siap menghadapi hari esok.
Matahari telah terbit seluruh siswa bertarung selama satu minggu sambil di perhatikan oleh Prof. Ben. pertarungan mereka sungguh luar biasa sampai pada hari terakhir telah terpilih 6 orang yaitu, Vhin, Alex, Sera, Aiy, Zack dan Freddy. Mereka semua adalah siswa terbaik dan yang terpilih. “baiklah dalam kesempatan ini kita bersama telah melihat dengan seksama 6 siswa yang terbaik dari 120 siswa dan kalian lah yang akan menjalankan misi dan kenalkan ini adalah Gean dia salah satu dari kalian dia adalah siswa yang ahli dalam bidang informatika”kata Prof. Ben. “jadi, kami juga harus menjaga dia, merepotkan sekali”sambung Sera sinis. “kamu tenang aja aku bisa jaga diri sendiri kok, teknik bela diri ku juga tidak beda jauh bagusnya dari teknik mu”balas Gean. “baiklah anak-anak sebaiknya kalian beristirahat dan menyiapkan segala kebutuhan yang akan kalian bawa besok dan besok akan saya jelaskan apa-apa saja yang perlu kalian lakukan nantinya”. Kata Prof. Ben, mereka pun bergegas pergi menuju kamar masing-masing.
Matahari telah terbit pagi pun datang menjemput semangat mereka yang ada di sekolah itu. Mereka pun telah siap untuk menerima materi atau penjelasan dari Prof. Ben dan tibalah waktunya untuk mereka berangkat dengan menggunakan pesawat waktu. Saat berada dalam pesawat yang akan menuju ke suatu tempat untuk melaksanakan suatu misi. Vhin teringat ucapan Prof. Ben. “tugas pertama kalian adalah kalian harus melindungi sebuah kota yang dimana kota itu telah dipasangi sebuah bom yang sangat dahsyat, jadi kalian harus menemukan bom itu dan menjinakkannya sebelum hari ke 7 karena menurut informasi bom itu akan meledak pada hari kemerdekaan kota itu. Kamu pasti tau betul Vhin bahwa kota itu adalah kota kelahiranmu bias dibilang kamu pulang kampung, Vhin aku harap kamu bisa bertugas dengan baik, aku percayakan pada kalian.”kata Prof. Ben.
Tanpa terasa 3 jam telah berlalu dan mereka telah sampai, mereka akhirnya tiba di penginapan tempat mereka menginap. Penginapan itu telah siap untuk ditempati karena Prof. Ben telah mempersiapkan semuanya. Vhin, Alex, Sera, Zack, Gean, Freddy dan Aiy mulai melaksanakan tugas, mereka pun berpencar. Tapi mereka perlu ketua tim, “lebih baik Vhin yang jadi ketua diakan yang paling hebat diantara kita semua”kata Aiy. “tidak, Alex aja diakan laki-laki”bantah Sera. “udah…kalian diam, Vhin_Alex semua keputusan ada di tangan kalian”. Kata Gean. “mungkin lebih baik Alex aja yang jadi ketua karena aku ngga selincah dan setangguh Alex.”kata Vhin. “oke karena ketuanya udah terpilih ayo kita susun rencana, lex bicaralah” kata Gean. “sebaiknya kita istirahat dulu, besok baru kita susun rencana, gimana kalian setuju??” kata Alex. “terSerah kamu bos”. Ujar Freddy.
Keesokan paginya mereka berpencar dan membagi anggota, mereka mengelilingi kota di tempat yang banyak dikunjungi orang ada yang pergi ke pasar , ke sekolah, ke pantai, ke taman dan jalan raya. Saat..........................(sampai disini saja dulu yach berikan komentar anda tentang novel ku ni lalu saya akan menyambung ceritanya lagi, sambungannya masih saya simpan baik2).

Pandanglah hatiku


Aku disini berdiri di depanmu,
Aku ada dekatmu tepat disampingmu,
Aku lantungkan nada terindahku untuk
Menyadarkanmu bahwa aku, suaraku
                                                                                           Telah memasuki liang telingamu
                                                                                           Aku ketuk pintu hatimu untuk
                                                                                           Memberitahukanmu bahwa aku
                                                                                           Telah mengisi hari-harimu, tapi apa
Dayaku kau tak memandangku, kau tak
Mellihatku, anggapku hanyalah hembusan
Angin yang menghempaskan uraian rambutmu
Lihatlah aku, pandanglah aku dan dengarlah
                                                                                           Untaian kataku yang hanya berisikan
                                                                                           3 kata yaitu Aku Sayang Padamu.
                                                                                           Aku akan tetap berdiri di sini selalu
                                                                                           Di hadapanmu sampai kau mampu
                                                                                           Memandang hatiku.