Mereka
berdua bergegas keluar kelas dan menuju ke café cheng Lili sahabat mereka yang
tidak melanjutkan sekolahnya karena harusnya bekerja demi memenuhi kebutuhan
hidupnya dan juga hidup ibu beserta adik-adiknya.
Saat
mereka berjalan melewati ruang para model yang berlenggak lenggok diatas stage,
vhi mei tiba-tiba saja menghentikan langkahnya dan melihat ke dalam. “vhi mei,
nanti kamu mau makan apa di café?”Tanya Jia xu yang terus berjalan dan tak
menyadari bahwa vhi mei berhenti di depan ruang para model. “loh vhi mei mana”
menengok ke kanan dan kirinya, “hhmm, ternyata kau di sana, oe apa yang kau
lakukan disini?”Tanya Jia xu sambil menatap wajah vhi mei yang begitu bercahaya
menatap para model itu. “jangan-jangan kau menyukai salah satu dari model pria
itu, hhaakk ??? tidak mungkin kau jatuh cinta pada pandangan pertama.”kata Jia
xu dengan wajah kaget. “hhuusstt, aku tidak melihat modelnya tapi lihatlah
pakaian-pakaian yang mereka gunakan, sangat berkelas dan elegant kapan desain
kita di pakai oleh mereka”kata vhi mei berhayal pakaiannya akan dipakai oleh
para model itu.
Jia
xu menghembuskan nafas lega “oohh, liat saja desain kita suatu saat akan
dipakai oleh mereka, Tjia you” kata Jia xu, “Tjia you” balas vhi mei. “let’s
go”tarik jia xu yang terburu-buru.
Sementara
di dalam ruangan itu seorang model wanita yang cantik, casual, dan tinggi
melihat vhi mei dan Jia xu telah berdiri di depan pintu. “eh eh, apa kau tadi
liat kedua gadis yang berdiri di depan pintu?”tanyanya pada salah satu rekan
modelnya. “hak! Mana! Oh mereka! Kalau tidak salah mereka dari kelas desainer
kalau namanya saya kurang tau”katanya dan pergi. “oohh”balasnya dengan nada
suara pelan.
“oke
semuanya berkumpul,” kata instructor para model itu, “mari ku perkenalkan
(tiba-tiba seorang pria tinggi, tampan, keren, dengan penampilan yang sangat
modern memegang sebuah camera) ini adalah photographer yang akan mengambil
gambar kalian, namanya …..” kata instructor sambil melihat pria itu. “oohh
namaku Baek Jeong panggil saja BJ, ni hao”katanya dengan wajah tanpa senyuman.
Pria keren dan tampan selalu saja bersikap dingin mereka tidak pernah lelah
dengan karakter seperti itu padahal akan sangat sulit mendapatkan teman jika
memiliki karakter seperti itu.
“wwaahhhh”seruan
para gadis melihat BJ, “Na liang, kau yang pertama di shoot” kata instructor
pada gadis yang tadi bertanya tentang vhi mei dan jia xu. Na liang melirik BJ
dengan tatapan merayu dan berusaha mengambil perhatian BJ, pose demi pose,
“click click click”suara tombol camera yang di tekan oleh BJ saat proses
pengambilan gambar berlangsung. “uuuhhhhh ….. na liang benar-benar seorang
model, posenya sungguh mengagumkan”kata salah satu model. “pasti dia ingin
menarik perhatian dari BJ, ahk jadi iri”balas salah satu model yang berdiri
tepat di belakang BJ, tanpa sengaja BJ mendengar ucapan mereka dan hanya
membengkokkan bibirnya.
Na
liang yang melihat senyuman kecil itu mengira kalau BJ telah menyukainya dan
memasang senyum menawan di wajahnya. “jangan tersenyum seperti itu, sangat
tidak sesuai dengan raut wajahmu” kata BJ. “oouuhhhh ………” seruan para model. Na
liang yang mendengar ucapan BJ mengira bahwa ucapannya hanya untuk menyuruhnya
tidak tersenyum seperti itu di hadapan semua orang karena pikirnya senyumannya
itu hanya untuk BJ, na liang menahan senyumannya dengan tersipu malu dan tetap
berkonsentrasi pada camera. “next…..” teriak BJ memanggil model selanjutnya.
Bersambung .......