Ditinggalkan sendiri itu sudah terbiasa bagi mereka yang selalu sendiri dan sepi dalah hidupnya. Namun ditinggalkan sendiri karena sudah terbiasa bersama adalah kesakitan yang sangat menampar wajah dan menyakiti jantung.
Air mata tak akan ada artinya, Walau dia berlinang melewati kilaunya wajah, Meski dia jatuh hingga tak terhenti, air mata tetaplah air mata yang mewakili segala perasaan. Perasaan yang menjadi pondasi dalam pikiran yang tidak dapat menjadi stabil lagi.
Air mata hanya menjadi obat penenang sementar, hanya menjadi pemanis buatan bagi hati, sebenarnya air mata tidak akan pernah sesakit ini jatuhnya jika tidak ditinggalkan oleh seseorang yang sudah seperti nafas.
Meski waktu berlalu hingga tiada akhir, berlalu bagai angin yang hanya lewat dan pergi tanpa ada bekasnya, tak ada artinya jika tak ada yang bisa memberikan arti dari sebuah kehidupan yang baru, kebahagiaan yang baru dan keindahan cinta yang semestinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar