Disaat luka menggores hatiku, Disaat itu pula ku meneteskan jutaan air mata.
Disaat pedih menghantam pikirku. Disaat itu pula ku menyerah akan hidupku.
Disaat Ku tak tau harus kemana. Disaat itu pula ku menjadi manusia lemah dan tak berdaya.
Kenyataan hidup membuat ku terluka,
Kesakitan dalam hatiku membuatku terluka,
Kenangan pahit yang bersarang di benakku membuatku terluka.
Sakit hati, Perilaku kejam, Perkataan perih ...
Semuanya melebur jadi satu merusak syaraf fikirku dan membuat hatiku hancur tak berbekas.
Dalam sedetik ku meneteskan air mata dan dalam sedetik pula ku pasrahkan diriku pada kenyataan hidupku.
Hidup tak pernah menjadi baik bagiku,
Hidup tak pernah menjadi temanku,
Hidup tak pernah memihakku,
Dan, Hidup hanya selalu mempermainkanku.
Namun, Cukup sudah air mataku yang jatuh,
Cukup sudah sakit yang dirasakan hatiku.
Cukup sudah kata2 kejam merusak telingaku,
Cukup, Cukup dan Cukup Sudah !!!
Ku Ubah diriku menjadi tak peka,
Ku ubah diriku menjadi tak sebenarnya diriku,
Ku hapus diriku yang lemah tak berdaya, yang mengalah pada hidup dan keadaan,
Ku ciptakan diriku yang kejam melawan dunia,
Ku bangun hati batu dalam diriku,
Ku makan semua perkataan kasar dan kejam menjadi racun dalam hatiku dan racun itulah yang membuatku melawan kerasnya hidup ini.
Ku lupakan semua kebaikan dan hanya menanam kejahatan di benakku.
Ku tanam benci dan dendamku pada hidup dalam hatiku.
Tak peduli apa kata orang,
Tak peduli bagaimana bahasa orang,
Tak peduli berapa banyak yang telah kuubah dalam diriku.
Yang kutau hanyalah...
Aku adalah aku yang hanya hidup berdasarkan kesakitan yang berubah menjadi benci, kepedihan yang menjadi dendam, dan racun yang menjadi cinta dan menghiasi hitamnya hatiku.
(Jika ingin menjadi hitam, jadilah hitam sepenuhnya),
(Jika ingin menghancurkan, hancurkan lah tanpa ada belas kasihan)
(Jika ingin terluka, makanlah luka itu dan jadikan vitamin untuk melanjutkan hidup ini)
Aku, AVIORI HUSNI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar