Kamis, 05 April 2012

Kau Pergi

HAri demi hari kesedihanku tak kunjung hilang, kesedihan ini terlalu berat untuk aku lalui sendiri, tak bisa aku tak bisa melewati semua ini, telah ku coba tuk tegar namun air mata ku menetes dan membasahi pipiku, telah ku coba melupakan kesedihan di hatiku namun semakin sakit hatiku, sulit sekali hati ini menerima bahwa kau telah pergi, perih sungguh perih luka yang kau tinggalkan untuk ku simpan sendiri.

Tak tau kah kau bahwa aku hanyalah wanita biasa yang sangat mudah meneteskan air mata, hari ini aku bisa tersenyum namun bagaimana dengan esok, dan keesokannya lagi, tak akan bisa ke tegarkan diri ini tanpa ada seseorang seperti mu, tak bisa sungguh aku tak bisa.

Tak paham kah kau begitu besar cinta yang kau simpan dan tinggalkan untukku, bagaimana aku bisa menjalani keseharianku jika dimataku selalu melihatmu, di benakku selalu memikirkanmu dan di hatiku tak bisa menggantikan posisimu, sungguh sakit hati ini sakit sekali, tak bisakah kau mendengar jeritan hati ini yang begitu menderita dan kesakitan karena kau tinggalkan, mungkin jika kau meninggalkan ku san pergi dengan yang lain aku bisa menerimanya namun kau meninggalkan ku untuk selamanya dan tak akan pernah kembali lagi.

Derita ini tak akan bisa kulupakan dengan mudah, hidupku terasa hampa dan tak ada kebahagiaan,

Perasaan ini tak bisa menerima cinta dari yang lain, kau telah memberiku banyak cinta hingga aku tak bisa melihat cinta yang lain, aku tak bisa merasakan kasih dari yang lain.

Sesal ku sesal kenapa aku harus kau tinggalkan seperti ini, kau telah bahagia di sana namun disini aku sendiri terpuruk dalam dilema cinta yang kita bangun bersama, Muncullah di mimpiku walau hanya sekali aku ingin melihatmu, aku begitu merindukanmu, aku tak bisa melanjutkan kehidupanku seperti ini terus, bantu aku untuk melupakanmu dan membuka hati untuk yang lain yang mungkin menyerupai dirimu walau tak sesumparna dirimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar