Kamis, 12 April 2012

Sambungan Novel VHIN VHINETA 1

Saat Vhin dan Alex melakukan penyelidikan di pantai mereka bertemu dengan Kevin dan Martin. Mereka saling menyapa dan bercengkrama. “Vhin, dia siapa??”Tanya Kevin. “oohh…aku lupa ini temanku Alex, Alex ini juga temanku Kevin dan Martin”jawab Vhin. “Vhin apa yang kamu lakukan disini? Dan gimana kabarmu?”Tanya Martin. “kabarku baik-baik aja, aku dan Alex lagi negrjain tugas dari sekolah”jawab Vhin. “Vhin, kamu tau ngga sekarang Martin udah punya tunangan loch”kata Kevin. “apaan sich…”sambung Martin. “oohh…kamu udah punya tunangan yach, selamat dech kalau gitu”kata Vhin sambil tersenyum.

“Vhin ayo kita pergi, tadi Gean menghubungiku dia bilang kita harus segera pulang”kata Alex. “baiklah kalau gitu, Kevin, Martin aku pergi dulu yach”kata Vhin. “kok cepat amat sich??”Tanya Kevin. “ada hal penting yang harus aku kerjakan and see u”.balas Vhin dan pergi bersama Alex. Sementara itu, “Kevin apa menurutmu Alex itu pria yang baik untuk Vhin??”Tanya Martin, “mungkin aja, sebab Vhin udah 2 kali kehilangan pria yang ia cintai”kata Kevin. “maksudnya??”Tanya Martin terkejut. “iya kamu dan Andru adalah pria yang dicintai oleh Vhin”jawab Kevin. Martin akhirnya tau isi hati Vhin tapi semuanya sudah terlambat.

Vhin dan Alex tiba di penginapan, semuanya pun telah berkumpul. Gean memberitahukan kepada mereka bahwa letak bom itu telah ditemukan, tapi yang membingunkan Gean adalah bomnya ada di 3 tempat yang ramai di kunjungi orang. “dimana tempat itu Gean??”Tanya Freddy. “di pasar, disekolah lama Vhin dan di jalan raya”jawab Gean. “ok…aku akan bagi kelompok, aku, Vhin, dan Gean ke sekolah lama Vhin, Aiy dan Freddy ke pasar, Sera dan Zack ke jalan raya”kata Alex. “baiklah aku setuju”kata Aiy. Begitu pun dengan yang lainnya.

Setelah perbincangan itumereka menyiapkan perlengkapan yang akan mereka bawa dan keesokan harinya mereka pun berpencar dan pergi menuju lokasi keberadaan bom itu. Saat semua telah menemukan bomnya, ternyata hanya ada satu bom yang asli yang lainnya hanyalah bom pengecoh. “aduh, apa yang harus kita lakukan sekarang??”kata Gean yang bimbang. “tenanglah Gean, mungkin lebih baik kamu mengambil gambar bom ini lalu kita samakan dengan bom yang lain sementara Alex menghubungi yang lainnya”kata Vhin. Sementara itu Alex, Vhin, dan Gean bergegas pulang dan mereka bekerja keras mencari bom yang asli, gambar Aiy dan Freddy tidak jauh beda dengan gambar Zack dan Sera. Gean mulai bingung memecahkan masalah ini tapi tiba-tiba Aiy menemukan keganjilan dalam ke-3 bom ini.“Gean coba kau liat ketiga bom ini jika dilihat secara seksama ada satu bom yang memiliki kawat dibelakang kawat hijau  sedangkan kedua bom lainnya tidak mempunyai kawat tetapi hanya memiliki kabel hijau dan kuning”. Kata Aiy.

Gean memeriksanya dan ternyata ucapan Aiy sangat betul, Gean dan yang lainnya sangat senang dan mengucapkan terimakasih kepada Aiy. “baiklah teman-teman karena kita telah mengetahui mana bom asli dan mana bom yang palsu dan ternyata bom yang asli ada di sekolah lama Vhin, sebaiknya kalian bergegas dan memakai pakaian yang telah di buat oleh mr. oys, kita akan berangkat setalah Freddy dan Zack menjinakkan kedua bom palsu itu”kata Alex. “tapi gimana cara kami menjinakkan kedua bom itu?”Tanya Freddy. “kalian tenang aja aku dan Aiy sedang memeriksanya”. Kata Gean.

Di lain pihak Vhin menyendiri dan bersedih mendengar bahwa bom itu ada di sekolahnya. “Vhin, kamu tenang aja kita pasti bisa menyelamatkan sekolah itu walaupun aku harus mengorbankan nyawaku sekalipun.”kata Alex yang menghapiri Vhin. Dengan seketika Vhin menutup mulut Alex dengan jari telunjuknya dan berkata “Alex, kamu jangan bicara seperti itu karena aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayangi lagi”kata Vhin membuat Alex bingung. “apa maksudnmu Vhin? jangan bilang kalau kau menyanyangiku bukan karena aku sahabatmu,”Tanya Alex heran. “bukan Alex” jawab Vhin singkat.

“jadi, jadi selama ini kau juga menyukaiku??”Tanya Alex. “benar Alex, aku baru menyadari bahwa ternyata aku juga menyukaimu bahkan menyaingimu”jawab Vhin. Alex sangat bahagia dan langsung memeluk Vhin. “aku akan menjagamu dan menyayangimu setulus hatiku”kata Alex yang berjanji dalam pelukan Vhin. “aku percaya padamu Alex, sekarang dan selanjutnya”balas Vhin. Gean, Aiy, dan yang lainnya ikut merasa senang mendengar hal itu dan akhirnya Gean dan Aiy berhasil menemukan cara menjinakkan ke-2 bom palsu itu, sementara Zack dan Freddy menuju ke tempat bom itu berada dan berusaha menjinakannya. Setelah beberapa menit berlalu Zack menghubungi Alex bahwa mereka telah selesai menjinakkan bomnya lalu  Alex menyuruh Zack dan Freddy membuang ke-2 bom itu dan bergegas pulang dan mengatur rencana untuk keesokan harinya.

Malam harinya mereka mengatur siasat untuk bisa memasuki sekolah itu karena di sekolah itu akan dilaksanakan peringatan hari kelahiran kota itu yang bertempat di aula sekolah. Setelah mereka selesai membuat rencana . mereka bersantai-santai dan menikmati malam yang indah itu. Mereka mengadakan pesta sendiri, makan bersama, berdansa, dan bercanda bersama, mereka melakukannya untuk melepas kebosanan. Sejenak Aiy berduaan dengan Freddy, Gean sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Vhin lagi-lagi menyendiri. Sera berusaha menarik perhatian Alex. Tetapi Alex tidak menghiraukannya dia hanya ingin pergi di dekat Vhin dan mengobrol dengannya. Kesal hati Sera di acuhkan oleh Alex.

“hai Vhin”sapa Alex menghampiri Vhin. “hai”balas Vhin dengan singkat disertai dengan senyum kecil. “malam ini aku senang banget karena tugas kita udah hamper selesai dan kita akan pulang, kembali ke sekolah”kata Alex menhela nafas dan menatap jauh kea rah rembulan yang menyinari kota itu. “iya..aku tau Alex tapi bagiku sangat sulit untuk pergi meninggalkan kampungku lagi, disini terdapat banyak kenangan yang indah dan juga sangat menyakitkan”balas Vhin. “kenangan menyakitkan?maksudmu apa, Vhin??”Tanya Alex mengkerutkan dahinya. “apa kau mau tau semua tentang kisahku, sebelum bertemu denganmu, dan kenapa aku bisa menjadi wanita yang tegar dan tak percaya cinta sampai aku bertemu denganmu dan kaulah yang membuatku percaya akan cinta itu lagi”kata Vhin menatap mata Alex. Vhin pun memceritakan semua kisahnya yang terjadi di masa lalunya yang berlangsung selama 3 jam. Alex kini mengerti isi hati Vhin yang sebenarnya. “sampai saat ini aku belum pernah melihat gadis setegar dan sekuat dirimu Vhin, aku berjanji aku akan menjagamu”kata Alex dalam hatinya. Mata Vhin berkaca-kaca saat menceritakan kisahnya dia kembali teringat kenangannya dengan Andru namun karena ada Alex disampingnya dia tidak ingin Alex melihatnya meneteskan air mata. Karena sudah larut malam semuanya tertidur lelap dan mereka siap menghadapi hari esok. Waktu mereka tinggal 48 jam lagi sebelum bom itu meledak yang akan menghancurkan seluruh isi kota ini.

Keesokan harinya saat mereka sedang bersiap-siap tiba-tiba, “hey…lihat Prof. Ben ingin mneyampaikan sesuatu”kata Gean yang kaget melihat wajah Prof. Ben dilayar komputernya. “ada apa ayah?”Tanya Alex bingung.  “anak-anak dengarkan baik-baik ada hal yang sangat darurat yang akan saya sampaikan”kata Prof. Ben. “darurat, darurat apa prof, kami sedang bersiap-siapmenuju lokasi bom”kat Vhin dengan serius. “begini, ada perubahan dalam tugas ini, saya tau kalian sudah bersiap-siap tetapi saya baru saja menerima informasi bahwa  kurang lebih dari 6 jam sebelum sekolah diledakkan gedung sekolah akan di penuhi penjahat kelas atas yang nama-namanya menjadi toprank dalam pencarian Interpol, mereka datang untuk menyandra para warga yang ada dalam sekolah itu”kata Prof. Ben. “tapi apa tujuan mereka melakukan ini semua?”Tanya Zack.. “pemimpin mereka yang bernama Dr. Chils tidak ingin pemboman ini diketahui oleh pemerintah dunia, jadi dr. chls berusaha menyandra mereka agar walikotanya tidak melapor ke pemerintah dunia”kata Prof. Ben. “wouw..aku tidak pernah menyangka kalau tugas ini benar-benar berbahaya”kata Freddy yang terkejut. “prof, Dr. Chils itu siapa??”Tanya Vhin penasaran. Prof. Ben pun menceritakan menceritakan yang sebenarnya tentang Dr. Chils sampai mereka akhirnya semakin berhati-hati dalam tugas ini.“jadi, apa yang harus kita laukan prof?”Tanya Sera resah. “kalian harus menyamar dan berusaha masuk ke dalam sekolah itu tanpa di curigai oleh orang lain. Karena waktu kalian tinggal 39 jam lagi, ingat kalian harus berhati-hati, musuh yang kalian hadapi bukan sembarang musuh tetapi dia adalah salah satu penjahat no. 1 dunia“kata Prof. Ben secara tegas.

“Alex!”panggil prof. “iyah ayah,”jawab Alex. “dengarkan ayah kau dan teman-temanmu harus berusaha menyelamatkan kota dan seluruh isinya, buatlah ayahmu ini bangga dan jangan buat Vhin bersedih lagi. Jadilah anak yang bisa dibanggakan orang tua dan teman-temanmu, nasib kota itu ada di tangan kalian jadi berusahalah, ayah menunggu mu pulang”kata prof yang memberikan semangat pada Alex dan teman-temannya. “baik ayah kami akan berusaha”balas Alex dan teman-temannya.

Setelah mendengar penjelasan dari Prof. Ben mereka mengubah rencananya dan menyusun rencana baru. Awalnya Alex bingung dan tidal tau harus berbuat apa namun Vhin membantunya dan akhirnya mereka semua siap untuk melaksanakan tugas. Dimulai dari penyamaran , mereka berpakaian layaknya seorang remaja dan membaw atas yang berisikan pisau, tali, laptop, alat pendeteksi bom, peledak kecil, senter laser, mereka juga membawa senjata andalan mereka masing-masing. Seperti, Alex pada pedang laser, Vhin pada rantai kawat, Aiy pada tongkat peledak, Sera pada panah tembus dinding, Gean pada pistol canggihnya, Zack dan Freddy pada pistol dengan peluru tembak jarak 5 km, serta kacamata tembus pandang dan masih banyak lagi. Senjata-senjata mereka adalah senjata yang amat sangat canggih yang dibuat oleh sekolah mereka, waktu berjalan semakin cepat merekapun bergegas dan menuju ke lokasi.

Sentakan kaki yang menandakan pahlawan kota telah datang mengantar mereka ke lokasi dengan terik matahari yang menyengat kulit. Disana-disini terlihat banyak orang yang memakai jas berkaca mata hitam. Alex dan yang lainnya yakin bahwa mereka adalah anak buah dari Dr. Chils yang sedang menyamar. Saat acara telah di mulai tenpa disengja Vhin bertemu dengan Kevin, Martin, dan orang tuanya. Vhin berusaha menghindari mereka untuk lebih berwaspada. “Vhin, bukankah itu orang tua dan teman-temanmu??”Tanya Alex. “iyah, tapi sudahlah ayo kita pergi aku tidak ingin mereka melihatku”jawab Vhin dan menghindar dari tempatnya berdiri. Vhin melakukan ini semua agar orang tua dan teman-temannya tidak terluka. Acara berjalan dengan sangat meriah dan suasananya pun aman terkendali. “Alex, kota ini hebat juga yach!”kata Zack. “iya tapi fokuslah pada pekerjaan. Ok!” kata Alex dengan tegas. “sabar aja lagi bos, dibawa santai aja, betul tidak , Vhin?”kata Zack. “sudahlah, ayo kita pindah dari sini”balas Vhin.

Merekapun mencari tempat yang jauh lebih aman sementara Gean dan Aiy sibuk mencari letak bomnya. Tiba-tiba saat semua warga sedang bergembira dan ingin merayakan ultah kota mereka. Datang segerombolan orang yang bersenjata, dan menembakkan senjatany keatas langit-langit gedung. Suara gemuruh dan teriakan panic mengelilingi suasana di dalam gedung itu. Semua orang berlarian keluar gedung sekolah. Namun, tidak sedikit yang menjadi korban tembakan. “Alex, apa yang harus kita lakukan?”Tanya Sera. “amankan para warga dan jalankan rencana kita”kata Alex. Tiba-tiba Vhin datang dengan tergesa-gesa, “Alex, Aiy dan Gean berhasil menemukan bomnya”kata Vhin. “baguslah, ayo kita bergegas”kata Alex dengan lantang. Freddy, Zack, Sera, Vhin dan Alex mengamankan warga yang sedang ketakutan mereka menyuruh para warga untuk meninggalkan gedung selagi masih sempat. “lewat sini…!!”teriak Alex. “cepat…cepat…kesini!!”teriak Zack. “lari terus…”teriak Vhin dengan kencang.

Tiba-tiba Vhin bertemu dengan orangtuanya yang sedang berlari dengan hati-hati. “Vhin,”sapa mamanya. “ma, pa, cepat keluar dari sini!”kata Vhin khawatir. “tapi, sayang apa yang kau lakukan disini??”Tanya mamanya. “aku sedang melaksanakan tugas ma, pa cepatlah..tidak ada waktu lagi, aku sayang kalian”kata Vhin. “kami juga menyayangimu”balas mamanya. “hati-hatilah Vhin”sambung papanya dan mereka pun bergegas meninggalkan gedung. Suara tembakan disana-sini  tiang-tiang gedung mulai runtuh. “ayo kita pergi ke tempat Gean dan Aiy”kata Alex. Serentak mereka pergi dan lokasi bom tapi gerak-gerik mereka di ketahui oleh Dr. Chils, sesaat mereka sampai di lokasi tiba-tiba suara tembakan mulai reda dan Alex serta teman-temannya bersiap-siap memakai pakaian yang telah disiapkan Mr. Oys dan juga perlengkapan seperti senjata mereka. Mereka tampak berani dan hebat dengan pakaian itu. Di lain pihak, Gean berusaha menjinakkan bom yang tinggal 3 jam lagi.“Gean, berusahalah, kamu pasti bisa“kata Vhin menyemangati Gean. “iyah, Vhin…terimakasih”balas Gean dengan senyuman kecil.

Dilain tempat, “Dr. Chils, saya sudah mengetahui siapa anak-anak itu”kata prajurit. “siapa mereka?”Tanya Dr. Chils yang penasaran. “mereka adalah murid-murid dari sekolah milik Prof. Ben, mereka diutus kemari untuk melindungi kota ini”jawab prajurit. “oohh..begitu yah, tangkap dan bawa mereka ke hadapanku”balas Dr. Chils dengan lantang. “baik dok!”balas prajurit dan pergi mencari Alex dan teman-temannya. Di lain pihak, Alex dan yang lainnya sedang bersiap-siap. “Vhin, tenanglah kita pasti bisa melalui semua ini”kata Alex dengan mesranya dan mengenggam tangan Vhin. “aku tau lex, aku hanya tidak habis piker kenapa ini semua terjadi di kota kelahiranku”kata Vhin resah. “aku juga tidak tau sayang”balas Alex. “Vhin!”panggil Alex dengan nada rendah. “ada apa?”jawab Vhin menatap mata Alex. “aku sayang ama kamu”kata Alex. “iyah aku juga”balas Vhin dengan senyuman kecil. Mereka saling menggenggam satu sama lain.

Sera yang memperhatikan Vhin dan Alex merasa kesal karena cemburu. “kurang ajar, aku benci ama kamu Vhin”kata Sera yang penuh dengan amarah. “tenanglah sayang kan masih ada aku”gombal Freddy. “apa?kau! mimpi kali”balas Sera sinis. “udahlah Sera aku tau kok kamu pasti juga suka ama aku kan?”Tanya Freddy yang penuh dengan kepercayaan diri yang membuat Sera pergi meninggalkan Freddy. “kalian masih bisa bercanda di saat seperti ini!”kata Alex menegur. “tenanglah, mentang-mentang lagi bermesraan dengan Vhin jadinya salting deh”balas Zack. “kau ini,”balas Alex malu-malu. Tiba-tiba terdengar suara sentakan kaki di balik pintu, Vhin menyuruh Gean untuk bersembunyi untuk berjaga-jaga, dan pintu itu pun di dobrak oleh para prajurit yang memang sedang mencari mereka, dalam hitungan detik terjadilah pertarungan antara prajurit Dr. Chils dengan Alex dan teman-temannya kecuali Gean yang sedang bersembunyi. Sampai pada akhirnya Alex dan yang lainnya mengalah  dan mereka pun di tangkap dan di bawa ke hadapan Dr. Chils.

 Gean yang bersembunyi tetap berada di ruangan itu dan berusaha menjinakkan bom tu sesecepat mungkin. Sedangkan Alex dan yang lainnya di bawa ke hadapan Dr. Chils, dengan perasaan bahagia karena rencananya hamper berhasil Dr. Chils berpidato di depan Alex dan teman-temannya. “anak-anak dari Prof. Ben saya tidak mengira kalian akan datang kemari, sunggguh kehormatan besar bisa bertemu dengan kalian tapi sayangnya kalian sudah tau banyak tentang rencanaku jadi saya menyingkirkan kalian semua untuk selamanya. Haha….”kata Dr. Chils sambil tertawa, tiba-tiba prajuritnya datang dan melaporkan sesuatu. “dr. para sandera mengamuk”kata prajurit. “baiklah beresakan saja mereka semua, oh jangan dulu kita masih membutuhkan mereka beri saja mereka sedikit pelajaran”kata Dr. Chils.

Dalam kondisi terikat dan berlutut di depan Dr. Chils Alex dan Vhin berbisik, “lex apa yang harus kita lakukan sekarang?”Tanya Vhin panic. “tunggu saja aba-abaku lalu kita menyerang, kita harus menyelamatkan para sandera”jawab Alex dengan suara pelan. “ternyata masih ada yang di sandera, aku kira para warga sudah keluar dari gedung”kata Zack. “bagaimana cara kita menyelamatkan mereka?”Tanya Sera. Tiba-tiba Dr. Chils melihat mereka sedang berbisik-bisik. “woe…apa yang sedang kalian bicarakan?”Tanya Dr. Chils dengan tegas. “tidak ada apa-apa”jawab Vhin. “bawa mereka pada sandera yang lain”perintah Dr. Chils pada anak buahnya. Alex dan teman-temannyapun di bawa dengan paksa.

Saat sampai ditempat para sandera Vhin bertemu dengan Kevin dan Martin Vhin sangant terkejut melihat mereka berdua. “Kevin, Martin apa yang kalian lakukan disini? Kenapa kalian bisa ada di sini?”Tanya Vhin dengan suara pelan“kami ditangkap dan di bawa paksa kemari padahal aku dan Martin sudah bersembunyi tapi tetap saja di tangkap, kamu sendiri?”Tanya Kevin. “sama, seperti kalian”jawab Vhin. Saat suasana sedang tenangnya tiba-tiba Dr. Chils datang dan seperti sedang mencari seseorang “lihat itu Dr. Chils, kenapa dia bisa ke sini?”kata Sera heran. “sepertinya dia sedang mencari seseoorang”kata Aiy.

“siapa diantara kalian yang bernama Vhin Vhineta??”Tanya Dr. Chils dengan suara keras yang buat Alex dan temannya yang lain kaget nama Vhin di panggil oleh Dr. Chils. “sayang, kenapa nama mu di panggil?”Tanya Alex resah. “aku juga tidak tau”balas Vhin. “cepat..yang bernama Vhin kemari berdiri di depanku, sekarang atau orang ini akan aku tembak”kata Dr. Chils yang mengacumkan pistol pada salah satu sandera yang ada di dekatnya. “tidak apa-apa kalian tidak usah khawatir, aku akan baik-baik saja”kata Vhin dan langsung berdiri berjalan menuju Dr. Chils.

Saat berjalan menuju Dr. Chils tanpa bela kasihan dia menampar Vhin hingga jatuh ke lantai dan membuat mulutnya berdarah lalu menarik rambutnya dengan kencang Vhin yang merintih kesakitan tidak dipedulikan oleh Dr. Chils. Alex dan yang lainnya kaget dan marah melihat perbuatan Dr. Chils tapi Alex berusaha tegar karena dia percaya pada Vhin begitu pula dengan teman-temannya yang lain. “ohh jadi kau yang bernama Vhin Vhineta, kau mau tau kenapa aku memukulmu!”kata dr.chils. Vhin tidak dapat berbicara karena dia harus menahan sakit rambutnya di tarik oleh Dr. Chils. “Vhin kau harus bertahan sayang”kata Alex dalam hati. Hati Martin miris melihat rintihan kesakitan yang dialami Vhin. “astaga Vhin, kenapa hal ini menimpa mi”kata Martin dalam hati. “Vhin, kau harus bertahan”kata Kevin. Semua mata tertuju pada Vhin para sandera seakan tidak tega melihat Vhin tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa.

“kau adalah cucu dari musuh terbesarku, orang yang merebut kekasihku dan jabatanku karena dialah aku jadi seperti ini”kata Dr. Chils yang menceritakannya kepada Vhin dan Vhin pun mengerti kenapa Dr. Chils menamparnya karena dia adalah cucu dari musuh terbesarnya. “aku sangat senang kau ada disini, jadi aku  bisa membalaskan dendamku pada kakekmu..haha…”kata Dr. Chils. “phak..phak..phak…”tampar Dr. Chils, Vhin tidak henti-hentinya mengeluarkan darah dari mulutnya dan akhirnya dia pun jatuh pingsan tubuhnya pun diseret keluar oleh pengawal Dr. Chils.

Saat tubuh Vhin di hempeskan ke lantai di dalam suatu ruangan yang kosong para pengawal yang membawanya berfikir bahwa Vhin telah mati. Tetapi pada saat itu pula Gean datang dan menolong Vhin, Gean membuka ikatan Vhin dan berusaha mneyadarkannya. “Vhin, Vhin…bangun! Apa yang terjadi? Kenapa kau jadi seperti ini?”Tanya Gean. “ceritanya panjang, lebih baik kita segera pergi dan menyelamatkan yang lainnya lalu bagaimana dengan bomnya?”kata Vhin. “bomnya sudah aku bereskan tinggal aku harus mencari kabel yang menghubungkan bom itu”kata Gean. “tapi, bomnya tidak akan meledak kan?”Tanya Vhin. “tidak akan meledak tapi hanya akan terjadi reruntuhan kecil”kata Gean. “baiklah, pertama-tama kita harus menghabisi para prajurit yang menjaga sandera, tapi kita harus diam-diam melakukannya agar Dr. Chils tidak mengetahui gerakan kita”. Kata Gean. “baiklah kalau begitu, ayo kita pergi”kata Gean.

Merekapun bergerak dengan pelan-pelannya agar gerakan mereka tidak di ketahui dan sampailah mereka di tempat para sandera, mereka menghabisi para prajurit itu tanpa mengeuarkan suara yang mencurigakan mereka hanya membuat para prajurit pingsan dengan memnukul bagian leher belakangnya. Dan akhirnya mereka membuka ikatan semua sandera termasuk teman-temannya. Saat membuka ikatan Alex, Alex dengan cepatnya memeluk Vhin. “sayang, kau tidak apa-apa kan?” Tanya Alex khawatir. “aku baik-baik aja kok”balas Vhin dengan senyuman kecil. Martin yang melihatnya merasa cemburu tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena Vhin bukanlah kekasihnya.

“Kevin, Martin cepat keluar dari sini dan bawa para sandera selebihnya akan kami tangani”kata Vhin. “baiklah, kami akan segera kembali dengan membawa bala bantuan”balas Kevin. “hati-hati lah Vhin”sambung Martin dengan tatapan yang penuh kasih sayang. Mereka berdua akhirnya membawa para sandera yang berjumlah 30 orang dan berhasil keluar dengan selamat dan segera melaporkan peristiwa ini ke aparat kepolisian. Di lain tempat Alex dan teman-temannya siap untu melawan Dr. Chils dan para yang prajuritnya, mereka terus berlari mencari keberadaan Dr. Chils satu demi satu tangga mereka naiki, satu demi satu pintu ruangan mereka buka tapi tak satupun ada prajurit Dr. Chils. Lalu sampai di suatu ruangan langkah mereka dihentikan langkah mereka di hentikan oleh sekawanan prajurit yang di pimpin oleh seorang pria yang berbadan besar. “Alex, Vhin, Sera, Freddy, Gean pergilah biar aku yang menangani mereka”kata Zack. “iyach pergilah aku akan membantu Zack di sini”sambung Aiy. “baiklah”kata Alex. Alex dan yang lainnya pun melanjutkan pencarian mereka dan menaruh harapan besar pada Zack dan Aiy.

Dan untuk kedua kalinya mereka dihadang oleh seorang wanita seksi yang berwajah judes yang memegang pedang. “kalian pergilah biarkan aku yang menghadapinya”kata Sera. “kau yakin Sera?”Tanya Vhin. “jangan pura-pura peduli padaku, akan ku tunjukkan padamu bahwa aku bisa mengalahkannya dan akan menyusul kalian, jadi pergilah”balas Sera dengan penuh semangat. “baiklah, hati-hatilah”kata Alex. “pergilah”kata Sera pada Freddy yang menatapnya. Mereka berlari terus dan lagi-lagi di hadang oleh bayangan oleh Dr. Chils namun bukan bayangan itu yang harus di lumpuhkannya namun yang membuat bayangan itu dan dialah lawan Freddy.

Kini tinggal Alex, Vhin dan Gean yang melanjutkan pencariannya dan akhirnya mereka sampai di suatu ruangan yang begitu hening dan kali ini yang mereka jumpai bukanlah bayangan dari Dr. Chils kali ini benar-benar Dr. Chils. “oohh… ternyata kalian sudah sampai dan berhasil menemukan aku, sungguh semangat yang besar tapi kenapa kalian Cuma bertiga dimana yang lainnya, oohh aku tau pasti mereka sedang mempertaruhkan nyawanya dengan melawan para prajurit pilihanku,semua teman kalian itu akan tewas, aku kasihan pada mereka, mereka rela berkorban demi kalian sungguh pemandangan yang indah namun memuakkan”kata Dr. Chils. “kau salah dr. kami adalah satu tim dan tim tidak akan pernah mengorbankan teman-temannya, mereka bertarung karena itu lah yang mereka inginkan dan aku yakin prajuritmu akan kalah karena teman-teman kami yang mengorbankan nyawanya demi kami bukanlah teman biasa tapi mereka adalah hal yang luar biasa. Teman tidak akan meninggalkan temannya yang lain dalam keadaan sesulit apapun, kami asling melindungi dan kami siap mengorbankan nyawa kami demi orang yang kami sayangi dan orang-orang yang tidak bersalah yang harus menanggung perbuatanmu dr.”kata Vhin dengan tegas dan menatap jauh mata Dr. Chils.

Kata-kata Vhin mengingatkan Dr. Chils pada kakek Vhin tapi dia adalah musuh terbesarnya tidak peduli apa hal indah apa yang telah mereka lalui. Alex dan Gean merasa bangga dengan ucapan Vhin yang begitu membakar semangat mereka. “Gean, larilah carilah pemicu bom itu sampai keakar-akarnya dan apapun yang terjadi kau harus menjinakkannya jangan hiraukan kami tolong Gean selamatkan sekolahku ini berjanjilah apapun yang terjadi pada kami kau hanya harus focus pada bom itu”kata Vhin. “baiklah Vhin, aku berjanji”balas Gean dan segera menghindar dari samping Vhin. Vhin dan Alex pun bertarung melawan Dr. Chils. Sedangkan Gean mencari pemicunya dan ternyata pemicunya ada diatas lantai duatepat berada di sebelah kursi duduk Dr. Chils. Gean berusaha naik dan memutuskan kabel pemicu bom itu.

Vhin dan Alex bertarung melawan Dr. Chils kekuatan mereka hamper sebanding. Tinju Alex dapat ditangkisnya pertarungan mereka sangat menegangkan dan entahlah siapa yang akan menang dan siapa yang akan terbunuh begitun pula dengan Aiy, Zack, Freddy dan Sera yang bertarung habis-habisan. Tiba-tiba suara tembakan terdengar di telinga Gean dan membuatnya memalingkan wajahnya dari pemicu bom itu, dan ternyata yang terkena tembakan adalah Vhin tepat di dadanya dan mungkin saja mengenai jantungnya. Darahnya mulai berceceran dan Vhin tergeletak di lantai. “Vhin…..!!!”teriak Gean yang ingin menolongnya namun dia telah berjanji pada Vhin hanya focus pada pemicu bomnya tanpa mempedulikan apapun. Alex yang melihat Vhin jatuh ke lantai sangat marah dan membunuh Dr. Chils. Alex menusuk perutnya dengan menggunakan tongkatnya, tanpa memberinya rasa ampun, Alex yang tidak pernah berencana untuk membunuh langsung saja membunuh Dr. Chils karena amarahnya meluap. Dr. Chils pun tewas seketika.

Setelah itu, Aiy, Zack, Sera dan Freddy kemudian Gean datang dan menghampiri Vhin, mereka meneteskan air mata karena sedih melihat Vhin yang lemas bagaikan tak bernyawa, wajahnya putih memucat menandakan darahnya mulai berkurang. Vhin yang tergeletak dilantai diangkat kepalanya oleh Alex dan menidurkannya dipaha Alex, “Vhin…bertahanlah jangan tinggalkan akku, aku tidak mau kehilangan mu, kau harus bertahan kau akan membawamu ke rumah sakit, diamlah jangan bicara dulu!”kata Alex yang meneteskan air mata. “iyach Vhin.. tenanglah kami akan membawamu ke rumah sakit kau pasti akan baik-baik saja”kata Aiy. “iyach..Vhin bertahanlah”sambung Gean.

“teman-teman kalian tidak usah khawatir, kalaupun aku akan mati sekarang, aku akan menerimanya karena aku sangat beruntung bisa mengenal kalian dan bisa menjadi teman kalian, Alex kau jangan sedih, kau harus kuat dan juga tegar, aku tau kok kau amat sangat menyayangiku tapi mungkin kau akan dapat yang jauh lebih baik dari aku.ohk.ohk.ohk…”kata Vhin sambil batuk darah, dan ketika tangan Vhin menyentuh pipi Alex di saat itu juga lah dia menghembuskan nafas terakhirnya dan menutup matanya sambil menghempaskan tangannya ke lantai. “Vhin….tidak Vhin….”teriak Alex dan memeluk tubhu Vhin dengan eratnya.

Bala bantuan datang yang terlambat datang bersama Kevin dan Martin, mereka melihat Alex memeluk tubuh Vhin sambil menangis dan terus memanggil nama Vhin. “Kevin, kita telah terlambat, Vhin telah pergi untuk selama-lamanya”kata Martin sedih. “tidak, Martin belum terlambat, kita belum terlambat, kita masih membawa Vhin ke rumah sakit”balas Kevin dan segera menghampiri Alex dan mereka pun membawa Vhin ke rumah sakit, selama perjalanan Vhin terus mengeluarkan darah dan denyut nadinya pun sangat lemah, seperti sudah tak bernafas walaupun demikian Alex dan yang lainnya tetap membawa Vhin dan berharap keajaiban akan datang.

Tiba di rumah sakit Vhin langsung di bawa ke ruang ICU dan tiba-tina roh Andru datang dan menemani Vhindi ruang ICU, sambil di operasi Andru terus berada di sampingnya. Para dokter berusaha untuk menyelamatkan nyawa Vhin. “Vhin..sayangku..”kata Andru sambil tersenyum. Sementara di ruang tunggu Alex, Aiy, Gean, Sera, Zack, Freddy, Kevin dan Martin berdoa demi keselamatan Vhin. Akankah Vhin kembali pada Alex? Ataukah pergi dengan Andru? Mampukah vhn bertahan? Kuatkah Alex tanpa ada Vhin di sampingnya? Apa maksud kedatangan Andru? Akankah keajaiban cinta dapat menyatukan Vhin dan Alex? Ataukah keajaiban cinta malah menyatukan Vhin dan Andru.?

 

SEKIAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar