Sambungan Novel VHIN VHINETA 1
Saat Vhin dan Alex
melakukan penyelidikan di pantai mereka bertemu dengan Kevin dan Martin. Mereka
saling menyapa dan bercengkrama. “Vhin, dia siapa??”Tanya Kevin. “oohh…aku lupa
ini temanku Alex, Alex ini juga temanku Kevin dan Martin”jawab Vhin. “Vhin apa
yang kamu lakukan disini? Dan gimana kabarmu?”Tanya Martin. “kabarku baik-baik
aja, aku dan Alex lagi negrjain tugas dari sekolah”jawab Vhin. “Vhin, kamu tau
ngga sekarang Martin udah punya tunangan loch”kata Kevin. “apaan sich…”sambung Martin.
“oohh…kamu udah punya tunangan yach, selamat dech kalau gitu”kata Vhin sambil
tersenyum.
“Vhin ayo
kita pergi, tadi Gean menghubungiku dia bilang kita harus segera pulang”kata Alex.
“baiklah kalau gitu, Kevin, Martin aku pergi dulu yach”kata Vhin. “kok cepat
amat sich??”Tanya Kevin. “ada hal penting yang harus aku kerjakan and see
u”.balas Vhin dan pergi bersama Alex. Sementara itu, “Kevin apa menurutmu Alex
itu pria yang baik untuk Vhin??”Tanya Martin, “mungkin aja, sebab Vhin udah 2
kali kehilangan pria yang ia cintai”kata Kevin. “maksudnya??”Tanya Martin
terkejut. “iya kamu dan Andru adalah pria yang dicintai oleh Vhin”jawab Kevin. Martin
akhirnya tau isi hati Vhin tapi semuanya sudah terlambat.
Vhin dan Alex
tiba di penginapan, semuanya pun telah berkumpul. Gean memberitahukan kepada
mereka bahwa letak bom itu telah ditemukan, tapi yang membingunkan Gean adalah
bomnya ada di 3 tempat yang ramai di kunjungi orang. “dimana tempat itu Gean??”Tanya
Freddy. “di pasar, disekolah lama Vhin dan di jalan raya”jawab Gean. “ok…aku
akan bagi kelompok, aku, Vhin, dan Gean ke sekolah lama Vhin, Aiy dan Freddy ke
pasar, Sera dan Zack ke jalan raya”kata Alex. “baiklah aku setuju”kata Aiy.
Begitu pun dengan yang lainnya.
Setelah
perbincangan itumereka menyiapkan perlengkapan yang akan mereka bawa dan
keesokan harinya mereka pun berpencar dan pergi menuju lokasi keberadaan bom
itu. Saat semua telah menemukan bomnya, ternyata hanya ada satu bom yang asli
yang lainnya hanyalah bom pengecoh. “aduh, apa yang harus kita lakukan
sekarang??”kata Gean yang bimbang. “tenanglah Gean, mungkin lebih baik kamu
mengambil gambar bom ini lalu kita samakan dengan bom yang lain sementara Alex
menghubungi yang lainnya”kata Vhin. Sementara itu Alex, Vhin, dan Gean bergegas
pulang dan mereka bekerja keras mencari bom yang asli, gambar Aiy dan Freddy
tidak jauh beda dengan gambar Zack dan Sera. Gean mulai bingung memecahkan
masalah ini tapi tiba-tiba Aiy menemukan keganjilan dalam ke-3 bom ini.“Gean
coba kau liat ketiga bom ini jika dilihat secara seksama ada satu bom yang
memiliki kawat dibelakang kawat hijau
sedangkan kedua bom lainnya tidak mempunyai kawat tetapi hanya memiliki
kabel hijau dan kuning”. Kata Aiy.
Gean
memeriksanya dan ternyata ucapan Aiy sangat betul, Gean dan yang lainnya sangat
senang dan mengucapkan terimakasih kepada Aiy. “baiklah teman-teman karena kita
telah mengetahui mana bom asli dan mana bom yang palsu dan ternyata bom yang
asli ada di sekolah lama Vhin, sebaiknya kalian bergegas dan memakai pakaian
yang telah di buat oleh mr. oys, kita akan berangkat setalah Freddy dan Zack
menjinakkan kedua bom palsu itu”kata Alex. “tapi gimana cara kami menjinakkan
kedua bom itu?”Tanya Freddy. “kalian tenang aja aku dan Aiy sedang
memeriksanya”. Kata Gean.
Di lain
pihak Vhin menyendiri dan bersedih mendengar bahwa bom itu ada di sekolahnya. “Vhin,
kamu tenang aja kita pasti bisa menyelamatkan sekolah itu walaupun aku harus
mengorbankan nyawaku sekalipun.”kata Alex yang menghapiri Vhin. Dengan seketika
Vhin menutup mulut Alex dengan jari telunjuknya dan berkata “Alex, kamu jangan
bicara seperti itu karena aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayangi
lagi”kata Vhin membuat Alex bingung. “apa maksudnmu Vhin? jangan bilang kalau
kau menyanyangiku bukan karena aku sahabatmu,”Tanya Alex heran. “bukan Alex”
jawab Vhin singkat.
“jadi,
jadi selama ini kau juga menyukaiku??”Tanya Alex. “benar Alex, aku baru
menyadari bahwa ternyata aku juga menyukaimu bahkan menyaingimu”jawab Vhin. Alex
sangat bahagia dan langsung memeluk Vhin. “aku akan menjagamu dan menyayangimu
setulus hatiku”kata Alex yang berjanji dalam pelukan Vhin. “aku percaya padamu Alex,
sekarang dan selanjutnya”balas Vhin. Gean, Aiy, dan yang lainnya ikut merasa
senang mendengar hal itu dan akhirnya Gean dan Aiy berhasil menemukan cara
menjinakkan ke-2 bom palsu itu, sementara Zack dan Freddy menuju ke tempat bom
itu berada dan berusaha menjinakannya. Setelah beberapa menit berlalu Zack
menghubungi Alex bahwa mereka telah selesai menjinakkan bomnya lalu Alex menyuruh Zack dan Freddy membuang ke-2
bom itu dan bergegas pulang dan mengatur rencana untuk keesokan harinya.
Malam
harinya mereka mengatur siasat untuk bisa memasuki sekolah itu karena di
sekolah itu akan dilaksanakan peringatan hari kelahiran kota itu yang bertempat
di aula sekolah. Setelah mereka selesai membuat rencana . mereka
bersantai-santai dan menikmati malam yang indah itu. Mereka mengadakan pesta
sendiri, makan bersama, berdansa, dan bercanda bersama, mereka melakukannya
untuk melepas kebosanan. Sejenak Aiy berduaan dengan Freddy, Gean sibuk dengan
pekerjaannya sedangkan Vhin lagi-lagi menyendiri. Sera berusaha menarik
perhatian Alex. Tetapi Alex tidak menghiraukannya dia hanya ingin pergi di
dekat Vhin dan mengobrol dengannya. Kesal hati Sera di acuhkan oleh Alex.
“hai Vhin”sapa
Alex menghampiri Vhin. “hai”balas Vhin dengan singkat disertai dengan senyum
kecil. “malam ini aku senang banget karena tugas kita udah hamper selesai dan
kita akan pulang, kembali ke sekolah”kata Alex menhela nafas dan menatap jauh
kea rah rembulan yang menyinari kota itu. “iya..aku tau Alex tapi bagiku sangat
sulit untuk pergi meninggalkan kampungku lagi, disini terdapat banyak kenangan
yang indah dan juga sangat menyakitkan”balas Vhin. “kenangan
menyakitkan?maksudmu apa, Vhin??”Tanya Alex mengkerutkan dahinya. “apa kau mau
tau semua tentang kisahku, sebelum bertemu denganmu, dan kenapa aku bisa
menjadi wanita yang tegar dan tak percaya cinta sampai aku bertemu denganmu dan
kaulah yang membuatku percaya akan cinta itu lagi”kata Vhin menatap mata Alex. Vhin
pun memceritakan semua kisahnya yang terjadi di masa lalunya yang berlangsung
selama 3 jam. Alex kini mengerti isi hati Vhin yang sebenarnya. “sampai saat
ini aku belum pernah melihat gadis setegar dan sekuat dirimu Vhin, aku berjanji
aku akan menjagamu”kata Alex dalam hatinya. Mata Vhin berkaca-kaca saat
menceritakan kisahnya dia kembali teringat kenangannya dengan Andru namun
karena ada Alex disampingnya dia tidak ingin Alex melihatnya meneteskan air
mata. Karena sudah larut malam semuanya tertidur lelap dan mereka siap menghadapi
hari esok. Waktu mereka tinggal 48 jam lagi sebelum bom itu meledak yang akan
menghancurkan seluruh isi kota ini.
Keesokan
harinya saat mereka sedang bersiap-siap tiba-tiba, “hey…lihat Prof. Ben ingin
mneyampaikan sesuatu”kata Gean yang kaget melihat wajah Prof. Ben dilayar
komputernya. “ada apa ayah?”Tanya Alex bingung.
“anak-anak dengarkan baik-baik ada hal yang sangat darurat yang akan
saya sampaikan”kata Prof. Ben. “darurat, darurat apa prof, kami sedang
bersiap-siapmenuju lokasi bom”kat Vhin dengan serius. “begini, ada perubahan
dalam tugas ini, saya tau kalian sudah bersiap-siap tetapi saya baru saja
menerima informasi bahwa kurang lebih
dari 6 jam sebelum sekolah diledakkan gedung sekolah akan di penuhi penjahat
kelas atas yang nama-namanya menjadi toprank dalam pencarian Interpol, mereka
datang untuk menyandra para warga yang ada dalam sekolah itu”kata Prof. Ben.
“tapi apa tujuan mereka melakukan ini semua?”Tanya Zack.. “pemimpin mereka yang
bernama Dr. Chils tidak ingin pemboman ini diketahui oleh pemerintah dunia,
jadi dr. chls berusaha menyandra mereka agar walikotanya tidak melapor ke
pemerintah dunia”kata Prof. Ben. “wouw..aku tidak pernah menyangka kalau tugas
ini benar-benar berbahaya”kata Freddy yang terkejut. “prof, Dr. Chils itu
siapa??”Tanya Vhin penasaran. Prof. Ben pun menceritakan menceritakan yang
sebenarnya tentang Dr. Chils sampai mereka akhirnya semakin berhati-hati dalam
tugas ini.“jadi, apa yang harus kita laukan prof?”Tanya Sera resah. “kalian
harus menyamar dan berusaha masuk ke dalam sekolah itu tanpa di curigai oleh
orang lain. Karena waktu kalian tinggal 39 jam lagi, ingat kalian harus
berhati-hati, musuh yang kalian hadapi bukan sembarang musuh tetapi dia adalah
salah satu penjahat no. 1 dunia“kata Prof. Ben secara tegas.
“Alex!”panggil
prof. “iyah ayah,”jawab Alex. “dengarkan ayah kau dan teman-temanmu harus
berusaha menyelamatkan kota dan seluruh isinya, buatlah ayahmu ini bangga dan
jangan buat Vhin bersedih lagi. Jadilah anak yang bisa dibanggakan orang tua
dan teman-temanmu, nasib kota itu ada di tangan kalian jadi berusahalah, ayah
menunggu mu pulang”kata prof yang memberikan semangat pada Alex dan
teman-temannya. “baik ayah kami akan berusaha”balas Alex dan teman-temannya.
Setelah
mendengar penjelasan dari Prof. Ben mereka mengubah rencananya dan menyusun
rencana baru. Awalnya Alex bingung dan tidal tau harus berbuat apa namun Vhin
membantunya dan akhirnya mereka semua siap untuk melaksanakan tugas. Dimulai
dari penyamaran , mereka berpakaian layaknya seorang remaja dan membaw atas
yang berisikan pisau, tali, laptop, alat pendeteksi bom, peledak kecil, senter
laser, mereka juga membawa senjata andalan mereka masing-masing. Seperti, Alex
pada pedang laser, Vhin pada rantai kawat, Aiy pada tongkat peledak, Sera pada
panah tembus dinding, Gean pada pistol canggihnya, Zack dan Freddy pada pistol
dengan peluru tembak jarak 5 km, serta kacamata tembus pandang dan masih banyak
lagi. Senjata-senjata mereka adalah senjata yang amat sangat canggih yang
dibuat oleh sekolah mereka, waktu berjalan semakin cepat merekapun bergegas dan
menuju ke lokasi.
Sentakan
kaki yang menandakan pahlawan kota telah datang mengantar mereka ke lokasi
dengan terik matahari yang menyengat kulit. Disana-disini terlihat banyak orang
yang memakai jas berkaca mata hitam. Alex dan yang lainnya yakin bahwa mereka
adalah anak buah dari Dr. Chils yang sedang menyamar. Saat acara telah di mulai
tenpa disengja Vhin bertemu dengan Kevin, Martin, dan orang tuanya. Vhin
berusaha menghindari mereka untuk lebih berwaspada. “Vhin, bukankah itu orang
tua dan teman-temanmu??”Tanya Alex. “iyah, tapi sudahlah ayo kita pergi aku
tidak ingin mereka melihatku”jawab Vhin dan menghindar dari tempatnya berdiri. Vhin
melakukan ini semua agar orang tua dan teman-temannya tidak terluka. Acara
berjalan dengan sangat meriah dan suasananya pun aman terkendali. “Alex, kota
ini hebat juga yach!”kata Zack. “iya tapi fokuslah pada pekerjaan. Ok!” kata Alex
dengan tegas. “sabar aja lagi bos, dibawa santai aja, betul tidak , Vhin?”kata Zack.
“sudahlah, ayo kita pindah dari sini”balas Vhin.
Merekapun
mencari tempat yang jauh lebih aman sementara Gean dan Aiy sibuk mencari letak
bomnya. Tiba-tiba saat semua warga sedang bergembira dan ingin merayakan ultah
kota mereka. Datang segerombolan orang yang bersenjata, dan menembakkan
senjatany keatas langit-langit gedung. Suara gemuruh dan teriakan panic
mengelilingi suasana di dalam gedung itu. Semua orang berlarian keluar gedung
sekolah. Namun, tidak sedikit yang menjadi korban tembakan. “Alex, apa yang
harus kita lakukan?”Tanya Sera. “amankan para warga dan jalankan rencana kita”kata
Alex. Tiba-tiba Vhin datang dengan tergesa-gesa, “Alex, Aiy dan Gean berhasil
menemukan bomnya”kata Vhin. “baguslah, ayo kita bergegas”kata Alex dengan
lantang. Freddy, Zack, Sera, Vhin dan Alex mengamankan warga yang sedang
ketakutan mereka menyuruh para warga untuk meninggalkan gedung selagi masih
sempat. “lewat sini…!!”teriak Alex. “cepat…cepat…kesini!!”teriak Zack. “lari
terus…”teriak Vhin dengan kencang.
Tiba-tiba
Vhin bertemu dengan orangtuanya yang sedang berlari dengan hati-hati. “Vhin,”sapa
mamanya. “ma, pa, cepat keluar dari sini!”kata Vhin khawatir. “tapi, sayang apa
yang kau lakukan disini??”Tanya mamanya. “aku sedang melaksanakan tugas ma, pa
cepatlah..tidak ada waktu lagi, aku sayang kalian”kata Vhin. “kami juga
menyayangimu”balas mamanya. “hati-hatilah Vhin”sambung papanya dan mereka pun
bergegas meninggalkan gedung. Suara tembakan disana-sini tiang-tiang gedung mulai runtuh. “ayo kita
pergi ke tempat Gean dan Aiy”kata Alex. Serentak mereka pergi dan lokasi bom
tapi gerak-gerik mereka di ketahui oleh Dr. Chils, sesaat mereka sampai di
lokasi tiba-tiba suara tembakan mulai reda dan Alex serta teman-temannya
bersiap-siap memakai pakaian yang telah disiapkan Mr. Oys dan juga perlengkapan
seperti senjata mereka. Mereka tampak berani dan hebat dengan pakaian itu. Di
lain pihak, Gean berusaha menjinakkan bom yang tinggal 3 jam lagi.“Gean,
berusahalah, kamu pasti bisa“kata Vhin menyemangati Gean. “iyah, Vhin…terimakasih”balas
Gean dengan senyuman kecil.
Dilain
tempat, “Dr. Chils, saya sudah mengetahui siapa anak-anak itu”kata prajurit.
“siapa mereka?”Tanya Dr. Chils yang penasaran. “mereka adalah murid-murid dari
sekolah milik Prof. Ben, mereka diutus kemari untuk melindungi kota ini”jawab
prajurit. “oohh..begitu yah, tangkap dan bawa mereka ke hadapanku”balas Dr.
Chils dengan lantang. “baik dok!”balas prajurit dan pergi mencari Alex dan
teman-temannya. Di lain pihak, Alex dan yang lainnya sedang bersiap-siap. “Vhin,
tenanglah kita pasti bisa melalui semua ini”kata Alex dengan mesranya dan
mengenggam tangan Vhin. “aku tau lex, aku hanya tidak habis piker kenapa ini semua
terjadi di kota kelahiranku”kata Vhin resah. “aku juga tidak tau sayang”balas Alex.
“Vhin!”panggil Alex dengan nada rendah. “ada apa?”jawab Vhin menatap mata Alex.
“aku sayang ama kamu”kata Alex. “iyah aku juga”balas Vhin dengan senyuman
kecil. Mereka saling menggenggam satu sama lain.
Sera yang
memperhatikan Vhin dan Alex merasa kesal karena cemburu. “kurang ajar, aku
benci ama kamu Vhin”kata Sera yang penuh dengan amarah. “tenanglah sayang kan
masih ada aku”gombal Freddy. “apa?kau! mimpi kali”balas Sera sinis. “udahlah Sera
aku tau kok kamu pasti juga suka ama aku kan?”Tanya Freddy yang penuh dengan
kepercayaan diri yang membuat Sera pergi meninggalkan Freddy. “kalian masih
bisa bercanda di saat seperti ini!”kata Alex menegur. “tenanglah, mentang-mentang
lagi bermesraan dengan Vhin jadinya salting deh”balas Zack. “kau ini,”balas Alex
malu-malu. Tiba-tiba terdengar suara sentakan kaki di balik pintu, Vhin
menyuruh Gean untuk bersembunyi untuk berjaga-jaga, dan pintu itu pun di dobrak
oleh para prajurit yang memang sedang mencari mereka, dalam hitungan detik
terjadilah pertarungan antara prajurit Dr. Chils dengan Alex dan teman-temannya
kecuali Gean yang sedang bersembunyi. Sampai pada akhirnya Alex dan yang
lainnya mengalah dan mereka pun di
tangkap dan di bawa ke hadapan Dr. Chils.
Gean yang bersembunyi tetap berada di ruangan
itu dan berusaha menjinakkan bom tu sesecepat mungkin. Sedangkan Alex dan yang
lainnya di bawa ke hadapan Dr. Chils, dengan perasaan bahagia karena rencananya
hamper berhasil Dr. Chils berpidato di depan Alex dan teman-temannya.
“anak-anak dari Prof. Ben saya tidak mengira kalian akan datang kemari,
sunggguh kehormatan besar bisa bertemu dengan kalian tapi sayangnya kalian
sudah tau banyak tentang rencanaku jadi saya menyingkirkan kalian semua untuk
selamanya. Haha….”kata Dr. Chils sambil tertawa, tiba-tiba prajuritnya datang
dan melaporkan sesuatu. “dr. para sandera mengamuk”kata prajurit. “baiklah
beresakan saja mereka semua, oh jangan dulu kita masih membutuhkan mereka beri
saja mereka sedikit pelajaran”kata Dr. Chils.
Dalam
kondisi terikat dan berlutut di depan Dr. Chils Alex dan Vhin berbisik, “lex
apa yang harus kita lakukan sekarang?”Tanya Vhin panic. “tunggu saja aba-abaku
lalu kita menyerang, kita harus menyelamatkan para sandera”jawab Alex dengan
suara pelan. “ternyata masih ada yang di sandera, aku kira para warga sudah
keluar dari gedung”kata Zack. “bagaimana cara kita menyelamatkan mereka?”Tanya Sera.
Tiba-tiba Dr. Chils melihat mereka sedang berbisik-bisik. “woe…apa yang sedang
kalian bicarakan?”Tanya Dr. Chils dengan tegas. “tidak ada apa-apa”jawab Vhin.
“bawa mereka pada sandera yang lain”perintah Dr. Chils pada anak buahnya. Alex
dan teman-temannyapun di bawa dengan paksa.
Saat
sampai ditempat para sandera Vhin bertemu dengan Kevin dan Martin Vhin sangant
terkejut melihat mereka berdua. “Kevin, Martin apa yang kalian lakukan disini?
Kenapa kalian bisa ada di sini?”Tanya Vhin dengan suara pelan“kami ditangkap
dan di bawa paksa kemari padahal aku dan Martin sudah bersembunyi tapi tetap
saja di tangkap, kamu sendiri?”Tanya Kevin. “sama, seperti kalian”jawab Vhin.
Saat suasana sedang tenangnya tiba-tiba Dr. Chils datang dan seperti sedang mencari
seseorang “lihat itu Dr. Chils, kenapa dia bisa ke sini?”kata Sera heran.
“sepertinya dia sedang mencari seseoorang”kata Aiy.
“siapa
diantara kalian yang bernama Vhin Vhineta??”Tanya Dr. Chils dengan suara keras
yang buat Alex dan temannya yang lain kaget nama Vhin di panggil oleh Dr. Chils.
“sayang, kenapa nama mu di panggil?”Tanya Alex resah. “aku juga tidak tau”balas
Vhin. “cepat..yang bernama Vhin kemari berdiri di depanku, sekarang atau orang
ini akan aku tembak”kata Dr. Chils yang mengacumkan pistol pada salah satu
sandera yang ada di dekatnya. “tidak apa-apa kalian tidak usah khawatir, aku
akan baik-baik saja”kata Vhin dan langsung berdiri berjalan menuju Dr. Chils.
Saat
berjalan menuju Dr. Chils tanpa bela kasihan dia menampar Vhin hingga jatuh ke
lantai dan membuat mulutnya berdarah lalu menarik rambutnya dengan kencang Vhin
yang merintih kesakitan tidak dipedulikan oleh Dr. Chils. Alex dan yang lainnya
kaget dan marah melihat perbuatan Dr. Chils tapi Alex berusaha tegar karena dia
percaya pada Vhin begitu pula dengan teman-temannya yang lain. “ohh jadi kau
yang bernama Vhin Vhineta, kau mau tau kenapa aku memukulmu!”kata dr.chils. Vhin
tidak dapat berbicara karena dia harus menahan sakit rambutnya di tarik oleh Dr.
Chils. “Vhin kau harus bertahan sayang”kata Alex dalam hati. Hati Martin miris
melihat rintihan kesakitan yang dialami Vhin. “astaga Vhin, kenapa hal ini
menimpa mi”kata Martin dalam hati. “Vhin, kau harus bertahan”kata Kevin. Semua
mata tertuju pada Vhin para sandera seakan tidak tega melihat Vhin tapi mereka
juga tidak bisa berbuat apa-apa.
“kau
adalah cucu dari musuh terbesarku, orang yang merebut kekasihku dan jabatanku
karena dialah aku jadi seperti ini”kata Dr. Chils yang menceritakannya kepada Vhin
dan Vhin pun mengerti kenapa Dr. Chils menamparnya karena dia adalah cucu dari
musuh terbesarnya. “aku sangat senang kau ada disini, jadi aku bisa membalaskan dendamku pada
kakekmu..haha…”kata Dr. Chils. “phak..phak..phak…”tampar Dr. Chils, Vhin tidak
henti-hentinya mengeluarkan darah dari mulutnya dan akhirnya dia pun jatuh
pingsan tubuhnya pun diseret keluar oleh pengawal Dr. Chils.
Saat
tubuh Vhin di hempeskan ke lantai di dalam suatu ruangan yang kosong para
pengawal yang membawanya berfikir bahwa Vhin telah mati. Tetapi pada saat itu
pula Gean datang dan menolong Vhin, Gean membuka ikatan Vhin dan berusaha
mneyadarkannya. “Vhin, Vhin…bangun! Apa yang terjadi? Kenapa kau jadi seperti
ini?”Tanya Gean. “ceritanya panjang, lebih baik kita segera pergi dan
menyelamatkan yang lainnya lalu bagaimana dengan bomnya?”kata Vhin. “bomnya
sudah aku bereskan tinggal aku harus mencari kabel yang menghubungkan bom
itu”kata Gean. “tapi, bomnya tidak akan meledak kan?”Tanya Vhin. “tidak akan
meledak tapi hanya akan terjadi reruntuhan kecil”kata Gean. “baiklah,
pertama-tama kita harus menghabisi para prajurit yang menjaga sandera, tapi
kita harus diam-diam melakukannya agar Dr. Chils tidak mengetahui gerakan
kita”. Kata Gean. “baiklah kalau begitu, ayo kita pergi”kata Gean.
Merekapun
bergerak dengan pelan-pelannya agar gerakan mereka tidak di ketahui dan
sampailah mereka di tempat para sandera, mereka menghabisi para prajurit itu
tanpa mengeuarkan suara yang mencurigakan mereka hanya membuat para prajurit
pingsan dengan memnukul bagian leher belakangnya. Dan akhirnya mereka membuka
ikatan semua sandera termasuk teman-temannya. Saat membuka ikatan Alex, Alex
dengan cepatnya memeluk Vhin. “sayang, kau tidak apa-apa kan?” Tanya Alex
khawatir. “aku baik-baik aja kok”balas Vhin dengan senyuman kecil. Martin yang
melihatnya merasa cemburu tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena Vhin
bukanlah kekasihnya.
“Kevin, Martin
cepat keluar dari sini dan bawa para sandera selebihnya akan kami tangani”kata Vhin.
“baiklah, kami akan segera kembali dengan membawa bala bantuan”balas Kevin.
“hati-hati lah Vhin”sambung Martin dengan tatapan yang penuh kasih sayang.
Mereka berdua akhirnya membawa para sandera yang berjumlah 30 orang dan
berhasil keluar dengan selamat dan segera melaporkan peristiwa ini ke aparat
kepolisian. Di lain tempat Alex dan teman-temannya siap untu melawan Dr. Chils
dan para yang prajuritnya, mereka terus berlari mencari keberadaan Dr. Chils
satu demi satu tangga mereka naiki, satu demi satu pintu ruangan mereka buka
tapi tak satupun ada prajurit Dr. Chils. Lalu sampai di suatu ruangan langkah
mereka dihentikan langkah mereka di hentikan oleh sekawanan prajurit yang di
pimpin oleh seorang pria yang berbadan besar. “Alex, Vhin, Sera, Freddy, Gean pergilah
biar aku yang menangani mereka”kata Zack. “iyach pergilah aku akan membantu Zack
di sini”sambung Aiy. “baiklah”kata Alex. Alex dan yang lainnya pun melanjutkan
pencarian mereka dan menaruh harapan besar pada Zack dan Aiy.
Dan untuk
kedua kalinya mereka dihadang oleh seorang wanita seksi yang berwajah judes
yang memegang pedang. “kalian pergilah biarkan aku yang menghadapinya”kata Sera.
“kau yakin Sera?”Tanya Vhin. “jangan pura-pura peduli padaku, akan ku tunjukkan
padamu bahwa aku bisa mengalahkannya dan akan menyusul kalian, jadi
pergilah”balas Sera dengan penuh semangat. “baiklah, hati-hatilah”kata Alex.
“pergilah”kata Sera pada Freddy yang menatapnya. Mereka berlari terus dan
lagi-lagi di hadang oleh bayangan oleh Dr. Chils namun bukan bayangan itu yang
harus di lumpuhkannya namun yang membuat bayangan itu dan dialah lawan Freddy.
Kini
tinggal Alex, Vhin dan Gean yang melanjutkan pencariannya dan akhirnya mereka
sampai di suatu ruangan yang begitu hening dan kali ini yang mereka jumpai bukanlah
bayangan dari Dr. Chils kali ini benar-benar Dr. Chils. “oohh… ternyata kalian
sudah sampai dan berhasil menemukan aku, sungguh semangat yang besar tapi
kenapa kalian Cuma bertiga dimana yang lainnya, oohh aku tau pasti mereka
sedang mempertaruhkan nyawanya dengan melawan para prajurit pilihanku,semua
teman kalian itu akan tewas, aku kasihan pada mereka, mereka rela berkorban
demi kalian sungguh pemandangan yang indah namun memuakkan”kata Dr. Chils. “kau
salah dr. kami adalah satu tim dan tim tidak akan pernah mengorbankan
teman-temannya, mereka bertarung karena itu lah yang mereka inginkan dan aku
yakin prajuritmu akan kalah karena teman-teman kami yang mengorbankan nyawanya
demi kami bukanlah teman biasa tapi mereka adalah hal yang luar biasa. Teman
tidak akan meninggalkan temannya yang lain dalam keadaan sesulit apapun, kami
asling melindungi dan kami siap mengorbankan nyawa kami demi orang yang kami
sayangi dan orang-orang yang tidak bersalah yang harus menanggung perbuatanmu
dr.”kata Vhin dengan tegas dan menatap jauh mata Dr. Chils.
Kata-kata
Vhin mengingatkan Dr. Chils pada kakek Vhin tapi dia adalah musuh terbesarnya
tidak peduli apa hal indah apa yang telah mereka lalui. Alex dan Gean merasa
bangga dengan ucapan Vhin yang begitu membakar semangat mereka. “Gean, larilah
carilah pemicu bom itu sampai keakar-akarnya dan apapun yang terjadi kau harus
menjinakkannya jangan hiraukan kami tolong Gean selamatkan sekolahku ini
berjanjilah apapun yang terjadi pada kami kau hanya harus focus pada bom itu”kata
Vhin. “baiklah Vhin, aku berjanji”balas Gean dan segera menghindar dari samping
Vhin. Vhin dan Alex pun bertarung melawan Dr. Chils. Sedangkan Gean mencari
pemicunya dan ternyata pemicunya ada diatas lantai duatepat berada di sebelah
kursi duduk Dr. Chils. Gean berusaha naik dan memutuskan kabel pemicu bom itu.
Vhin dan Alex
bertarung melawan Dr. Chils kekuatan mereka hamper sebanding. Tinju Alex dapat
ditangkisnya pertarungan mereka sangat menegangkan dan entahlah siapa yang akan
menang dan siapa yang akan terbunuh begitun pula dengan Aiy, Zack, Freddy dan Sera
yang bertarung habis-habisan. Tiba-tiba suara tembakan terdengar di telinga Gean
dan membuatnya memalingkan wajahnya dari pemicu bom itu, dan ternyata yang
terkena tembakan adalah Vhin tepat di dadanya dan mungkin saja mengenai
jantungnya. Darahnya mulai berceceran dan Vhin tergeletak di lantai. “Vhin…..!!!”teriak
Gean yang ingin menolongnya namun dia telah berjanji pada Vhin hanya focus pada
pemicu bomnya tanpa mempedulikan apapun. Alex yang melihat Vhin jatuh ke lantai
sangat marah dan membunuh Dr. Chils. Alex menusuk perutnya dengan menggunakan
tongkatnya, tanpa memberinya rasa ampun, Alex yang tidak pernah berencana untuk
membunuh langsung saja membunuh Dr. Chils karena amarahnya meluap. Dr. Chils
pun tewas seketika.
Setelah
itu, Aiy, Zack, Sera dan Freddy kemudian Gean datang dan menghampiri Vhin,
mereka meneteskan air mata karena sedih melihat Vhin yang lemas bagaikan tak
bernyawa, wajahnya putih memucat menandakan darahnya mulai berkurang. Vhin yang
tergeletak dilantai diangkat kepalanya oleh Alex dan menidurkannya dipaha Alex,
“Vhin…bertahanlah jangan tinggalkan akku, aku tidak mau kehilangan mu, kau
harus bertahan kau akan membawamu ke rumah sakit, diamlah jangan bicara
dulu!”kata Alex yang meneteskan air mata. “iyach Vhin.. tenanglah kami akan
membawamu ke rumah sakit kau pasti akan baik-baik saja”kata Aiy. “iyach..Vhin
bertahanlah”sambung Gean.
“teman-teman
kalian tidak usah khawatir, kalaupun aku akan mati sekarang, aku akan
menerimanya karena aku sangat beruntung bisa mengenal kalian dan bisa menjadi
teman kalian, Alex kau jangan sedih, kau harus kuat dan juga tegar, aku tau kok
kau amat sangat menyayangiku tapi mungkin kau akan dapat yang jauh lebih baik
dari aku.ohk.ohk.ohk…”kata Vhin sambil batuk darah, dan ketika tangan Vhin
menyentuh pipi Alex di saat itu juga lah dia menghembuskan nafas terakhirnya
dan menutup matanya sambil menghempaskan tangannya ke lantai. “Vhin….tidak Vhin….”teriak
Alex dan memeluk tubhu Vhin dengan eratnya.
Bala
bantuan datang yang terlambat datang bersama Kevin dan Martin, mereka melihat Alex
memeluk tubuh Vhin sambil menangis dan terus memanggil nama Vhin. “Kevin, kita
telah terlambat, Vhin telah pergi untuk selama-lamanya”kata Martin sedih.
“tidak, Martin belum terlambat, kita belum terlambat, kita masih membawa Vhin
ke rumah sakit”balas Kevin dan segera menghampiri Alex dan mereka pun membawa Vhin
ke rumah sakit, selama perjalanan Vhin terus mengeluarkan darah dan denyut
nadinya pun sangat lemah, seperti sudah tak bernafas walaupun demikian Alex dan
yang lainnya tetap membawa Vhin dan berharap keajaiban akan datang.
Tiba di
rumah sakit Vhin langsung di bawa ke ruang ICU dan tiba-tina roh Andru datang
dan menemani Vhindi ruang ICU, sambil di operasi Andru terus berada di
sampingnya. Para dokter berusaha untuk menyelamatkan nyawa Vhin. “Vhin..sayangku..”kata
Andru sambil tersenyum. Sementara di ruang tunggu Alex, Aiy, Gean, Sera, Zack, Freddy,
Kevin dan Martin berdoa demi keselamatan Vhin. Akankah Vhin kembali pada Alex?
Ataukah pergi dengan Andru? Mampukah vhn bertahan? Kuatkah Alex tanpa ada Vhin
di sampingnya? Apa maksud kedatangan Andru? Akankah keajaiban cinta dapat
menyatukan Vhin dan Alex? Ataukah keajaiban cinta malah menyatukan Vhin dan Andru.?
SEKIAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar