Sabtu, 06 Oktober 2012

LaptopKU Pergi

malam itu tanggal 6 oktober 2012 aku yang lelah pulang dari mengajar harus mendengar sesuatu yang sangat tidak mengenakka hati. Aku menunggu temanku untuk mengantarkan laptopku yang ceritanya akan di perbaiki karena laptopku mengalami kerusakan yang cukup parah. Aku keluar dengan buru dari kamar kostku setelah menerima pesan dari temanku itu yang smsnya berisi "adama diluar", saat langkahku mendatanginya aku melihatnya sedang menghisap rokok aku kaget dan segera memukul lengannya dan menyuruhnya membuang rokok itu padahal dia adalah seorang wanita. tidak sepantasnya wanita merokok aku menatap matanya yang kemerahan dan melihat matanya bekaca-kaca seperi telah meneteskan air mata. dia pun menjelaskan kejadian itu padaku proses dimana laptop ku dicuri oleh seseorang. aku temenung dan hanya termenung dan mengitari motornya selama beberapa kali aku tidak tau mau berkata apa-apa, aku adalah anak yang tidak pernah meneteskan air mata terakhir ku menangis saat nenekku meninggal dunia. Aku bingung dan tidak tau harus berbuat apa yang ku lakukan hanyalah duduk termenung dan mengepalkan kedua tanganku aku hanya memandang lurus ke depan dan memandang langit yang tidak diterangi oleh cahaya bintang aku bertanya pada langit "kenapa hal seperti ini harus terjadi padaku??" air mataku pun jatuh dengan sendirinya, jatuh jatuh berderai di pipiku, malam itu adalah kedua kalinya aku meneteskan air mata perih dan sangat banyak air mata yang jatuh, aku tidak bisa berkata apa-apa temanku yang duduk di dekatku meminta maaf dan terus meminta maaf dan berjanji akan menggantinya walaupun sebenarnya bukan sepenuhnya salahnya. Orang yang memperbaiki laptopku lah kemalingan dan ada 3 laptop dan 1 buah handphone yang di curi, orang itu berjanji akan menggantikan laptopku. Tapi bagiku walau separah apapun laptopku aku tetap menginginkannya laptop itu adalah hadiah dari orang tuaku di laptop itu banyak data kuliah, data novel ku tulisan tangan dan hasil buah pikirankku, dan semua dokumentasi foto ku bersama teman dan keluargaku. Hatiku sangat sakit sakit sekali jika mengingat laptopku. aku berusaha ikhlas namun begitu banyak kenanganku dengan laptop itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar