Menghujan perih diatas laraku,
terbanjiri seribu tetes air mataku,
aku berdiri di tengah kesunyian batinku,
aku takut bicara di saat semua berbicara.
bagai badai yang menghempas rasa ini,
bagai ombak yang terhampar di batu karang,
hatiku perih dan pedih menghadapi segala ujian ini,
tangis dan tangis yang tersimpan dalam diri ini,
pernah ku coba untuk sendiri dalam sakit ini, namun ku tak sanggup
ada luka yang begitu mengiris dada hingga tersayat perih rasanya,
pernah terlintas dalam benak ingin berlari namun kemana harus berlari,
diriku bagaikan tanah yang dibanjiri air hujan, hatiku bagaikan karang yang
di hempas ombak, dan mataku bagaikan pohon yang selalu disayat ribuan butiran debu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar