Aku takut dengan perasaan ku sendiri, Aku takut
dengan keyakinanku sendiri, Aku takut dengan jalan pikiran ku sendiri, Aku takut
perasaanku ini, keyakinan ku ini, dan aku takut dengan jalan pikiran ku, aku
takut karena dirimu, dirimu yang menggalaukan perasaanku, yang menggoyahkan
keyakinanku, dan mengalihkan kefokusan pikiranku.
Aku tidak ingin menyukaimu namun aku telah
terperangkap dalam ruang hatimu yang begitu hangat bagaikan mentari yang
menyapa di pagi hari. Aku tidak ingin berada di dekat mu namun, ragaku seakan
berjalan sendiri tuk selalu berada di dekatmu, di sisi mu ada rasa yang
tersirat di hati ini saat berada di sampingmu. Aku tidak ingin memikirkan mu
karena aku tau setiap memikirkan mu aku pasti hilang kendali dan tidak focus dengan
situasi di sekitar ku namun entah mengapa di dalam dadaku ada rasa yang ingin
melupakan semua yang di sekitar ku dan hanya inign terus memikirkan mu, ada ungkapan
bahagia saat ku memikirkan mu, saat mengkhayalkan kebersamaan dengan mu.
Entah mengapa aku merasa kesepian saat aku tak
melihat mu, meski aku telah berada di tengah keramaian namun tetap rasanya
sepi, sunyi dan sedih. Entah mengapa aku merasa kehilangan jika melihatmu pergi
walau hanya sedetik, kehilangan sesuatu yang sangat berharga melebihi dari
kehilangan nafas. Dan entah mengapa, ada hasrat yang begitu membara di hatiku
saat menyebut namamu, seakan satu kata dari namamu adalah seribu kata yang
harus kuucapkan.
Setiap untaian kata dari bibirmu membuat ku mabuk
kepayang seakan-akan aku akan terbang di bawah awan yang melayang. Hembusan udara
yang setiap detik aku hirup rasanya sia-sia dibandingkan melihatmu, hanya
melihat mu saja aku measakan kehidupan ku, aku merasa hidupku indah dan
bahagia, ada yang salah dari diriku yang begitu memuji mu dan begitu
menginginkanmu, maaf kan aku Tuhan yang begitu menyukainya, entah rasa apa ini
begitu menyiksa ku sampai ke palung hatiku, aku takut Engkau kan menghukumku
karena cintaku ini padanya, pada makhluk ciptaan mu.
Aku bukan diriku namun perasaanku selalu
mengikuti suaranya, suara yang dia berikan padaku, akal ini selalu
memikirkannya karena dia telah memberiku banyak kenangan yang membuat hari-hari
ku jadi berwarna .
Aku menyayanginya hingga tak tau sampai kapan
rasa sayang ini akan berakhir, aku menyukainya dan tak peduli rintangan apa
yang ada didepanku tuk bisa terus bersamanya, dan aku mengharapakan ketulusan
cintanya yang bisa selalu aku simpan dalam hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar