Jumat, 25 Mei 2012

AKU

Aku takut dengan perasaan ku sendiri, Aku takut dengan keyakinanku sendiri, Aku takut dengan jalan pikiran ku sendiri, Aku takut perasaanku ini, keyakinan ku ini, dan aku takut dengan jalan pikiran ku, aku takut karena dirimu, dirimu yang menggalaukan perasaanku, yang menggoyahkan keyakinanku, dan mengalihkan kefokusan pikiranku.
Aku tidak ingin menyukaimu namun aku telah terperangkap dalam ruang hatimu yang begitu hangat bagaikan mentari yang menyapa di pagi hari. Aku tidak ingin berada di dekat mu namun, ragaku seakan berjalan sendiri tuk selalu berada di dekatmu, di sisi mu ada rasa yang tersirat di hati ini saat berada di sampingmu. Aku tidak ingin memikirkan mu karena aku tau setiap memikirkan mu aku pasti hilang kendali dan tidak focus dengan situasi di sekitar ku namun entah mengapa di dalam dadaku ada rasa yang ingin melupakan semua yang di sekitar ku dan hanya inign terus memikirkan mu, ada ungkapan bahagia saat ku memikirkan mu, saat mengkhayalkan kebersamaan dengan mu.
Entah mengapa aku merasa kesepian saat aku tak melihat mu, meski aku telah berada di tengah keramaian namun tetap rasanya sepi, sunyi dan sedih. Entah mengapa aku merasa kehilangan jika melihatmu pergi walau hanya sedetik, kehilangan sesuatu yang sangat berharga melebihi dari kehilangan nafas. Dan entah mengapa, ada hasrat yang begitu membara di hatiku saat menyebut namamu, seakan satu kata dari namamu adalah seribu kata yang harus kuucapkan.
Setiap untaian kata dari bibirmu membuat ku mabuk kepayang seakan-akan aku akan terbang di bawah awan yang melayang. Hembusan udara yang setiap detik aku hirup rasanya sia-sia dibandingkan melihatmu, hanya melihat mu saja aku measakan kehidupan ku, aku merasa hidupku indah dan bahagia, ada yang salah dari diriku yang begitu memuji mu dan begitu menginginkanmu, maaf kan aku Tuhan yang begitu menyukainya, entah rasa apa ini begitu menyiksa ku sampai ke palung hatiku, aku takut Engkau kan menghukumku karena cintaku ini padanya, pada makhluk ciptaan mu.
Aku bukan diriku namun perasaanku selalu mengikuti suaranya, suara yang dia berikan padaku, akal ini selalu memikirkannya karena dia telah memberiku banyak kenangan yang membuat hari-hari ku jadi berwarna .
Aku menyayanginya hingga tak tau sampai kapan rasa sayang ini akan berakhir, aku menyukainya dan tak peduli rintangan apa yang ada didepanku tuk bisa terus bersamanya, dan aku mengharapakan ketulusan cintanya yang bisa selalu aku simpan dalam hatiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar