Rabu, 21 Maret 2012

Begitukah Rasanya

Itukah rasanya sakit hati, seakan hidup tak ada gunanya lagi, seakan tubuh tak bernyawa lagi, dan seakan dunia ini hampa tak ada penghuninya selain yang merasakan sakit hati, begitukah rasanya patah hati, ditinggal sang kekasih yang telah lama mendampingi, pagi siang sore dan malam, 24 jam sehari 7 hari dalam seminggu selalu bersamanya, berada disisinya, dekat disampingnya, merasakan kehangatan kasih sayangnya dan merasakan kebahagiaan yang nyata. namun semua itu seakan sirna seketika, lenyap tak berbekas bagaikan buih yang menghilang ditengah hamparan angin. Hati, begitu lembut hangat dan penuh dengan kasih dan cinta menjadi ruang hampa, kosong dan tak berpenghuni, ruangan yang seharusnya ditempati oleh sang kekasih, ruang yang semestinya dipenuhi dengan banyak cinta dan kasih sayang menjadi ruang yang gelap gulita. Tak ada apa-apa dalam hatinya yang ada hanyalah kenangan-kenangan masa lalu, masa-masa indah dan menggemaskan saat bersamanya, bersama sang kekasih. Menangis, menangisi semua yang telah terjadi, cinta yang harusnya berakhir dengan indah harus menjadi sebuah kenangan saja, Air mata, Air mata yang seharusnya tak pernah meneteskan rasa pilu, perih dan sakit di dada telah menghiasi pipinya, bercucuran air mata,mengalir, mengalir dan mengalir tanpa henti, memeluk tubuh ini sendiri untuk menenangkan diri. Bagaimana bisa seseorang yang mendambakan kebahagiaan sekarang menjadi lemah tak berdaya karena cinta, menyembunyikan tangis di balik tawa, menyembunyikan kesedihan dan kepedihan hati dibalik bahagia palsu. Mengaraphkan semua bisa berlalu dengan cepat namun tak bisa, berharap mendapat penggantinya, namun tak mungkin tak ada yang seperti dia, tak mungkin ada yang bisa seperti dia, begitu indah di mataku, begitu nyata di hatiku, menjadi nafasku, dan menjadi detak jantungku. Tak ingin ku menyerah menjalani hariku tanpamu namun mengapa begitu berat ku hadapi semua ini, begitu sulit ku lalui semua ini, setiap hariku, setiap jamku, setiap menitku dan setiap detikku selalu terbayang akan wajah dan senyumanmu yang begitu menenangkan batinku. 
Begini kah rasanya kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup, dada terasa sesak, tubuh ini terasa lemah tak bertenanga, setiap tertawa selalu air mata yang keluar, setiap menangis selalu menangis tersedu-sedu. sakit hati ini sakit sekali, perih batin ini perih sekali, tak mungkin ketemukan obatnya dalam waktu yang cepat karena butuh seumur hidup untuk melupakan cinta yang pernah bersemi di palung hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar