Senin, 05 Maret 2012

Langit Mendung

Aku berdiri di tengah hembusan angin kencang yang menyapu tiap uraian rambutku, mengedipkan kelopak mataku, kupandang langit mendung yang keabu-abuan dan tak punya titik untuk di tuju, begitu datar dan hambar. mungkin seprti itu lah isi hatiku yang hambar dan tak terisikan oleh cinta, mencari cinta, cinta sejati sangatlah sulit bagaikan mengukir di sebuah awan yang bergerak. aku ingin mencinta namun takut mengungkapkan rasa yang ada di hatiku, aku ingin memiliki namun takut kehilangan yang aku miliki, aku ingin bahagia tanpa ada kesedihan sedikitpun. egoiskah aku yang menginginkan kesempurnaan cinta yang begitu menghidupkan raga, memberikan nafas kehidupan dan kebahagiaan jasmani dan rohani.
andai langit mendung itu memiliki pelangi yang tetap dan tak menghilang dengan cepatnya maka bahagialah setiap insan yang menyaksikannya, aku ingin perasaanku, hatiku seperti langit mendung yang memiliki pelangi yang indah dan membuat setiap orang bahagia, pelangi yang selalu menerangi hatiku dan menyegarkan batinku, menghilangkan segala kesedihan dan kepiluan, melenyapkan setiap kegalauan yang membelenggu sanubari ini.
begitu banyak cinta yang datang dan pergi namun yang ku inginkan hanya lah satu dan untuk selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar