“Sayang
Ngga Mesti Pake Status (Pacaran)”
|
D
|
i era globalisasi sekarang atau biasa di sebut dengan zaman modern
kalau pacaran tuh ngga usah pake hati bikin sakit hati aja. Belum tentu
pasangan kita pake hati juga mungin di belakang kita dia punya selingkuhan lain
atau ngga….(tiba-tiba terdengar suara ibu memanggil). “Ika, nda ke kampus kow
kah???”. “bahh…tunggu dulu” balas Ika. Segera Ika menutup bukunya dan bersiap
untuk berangkat ke kampus. Ika seorang mahasiswi fakultas bahasa di salah satu
universitas swasta di Makassar dan mengambil jurusan bahasa Inggris.
“Ke kampus ka dulu” kata Ika pada ibunya dan menyalami tangan
ibunya. “hati-hati ko” balas ibunya. Ika pun berangkat ke kampus dengan motor
maticnya yang berwarna merah hitam dan bernomor polisi DD 5253 GH. Dengan
pakaian yang rapi dan terlihat mempesona dia masuk ke dalam kampusnya. Walau
masih semester satu tapi dia sudah berani membawa motor ke kampus padahal itu
sangat berbahaya tapi dia tidak takut pada apapun karena dia mengandalkan wajah
cantiknya yang membuat banyak laki-laki jatuh hati padanya. “dasar laki-laki
semuanya jalalatan, Cuma melihat wanita dari luarnya saja”kata Ika dalam hati.
Dia pun memarkir motornya. “hai Ika” sapa temannya. “hai juga” balas Ika.
Tiba-tiba datang seorang gadis yang ternyata adalah sahabat dari Ika, Lia
itulah namanya gadis manis namun sedikit lambat loading. “ka, sudah mi mu
putuskan odo-odomu yang anak kimia???”tanya Lia. “bahh.. sudah miyh tadi
malam”balas Ika. “lincah” kata Lia. “iyach dong harus itu, lagian capek ka di
ceramahi terus kaya apa saja”. Balas Ika, “padahal kan baru seminggu” kata Lia.
“masih untung nda kuduakan ji, yah baik
sich anaknya tapi membosankan” balas Ika.
Mereka pun bejalan bersama menuju ke kelas. “hai Ika” sapa
seniornya. Ika hanya membalas dengan senyuman manis. “hammada kalau di
itung-itung toch kau mungkin paling banyak fansmu, nda muat satu buku kalau di
catat semua namanya, kenapa tong nda mau kow pacaran sama satu fakultas.??”
Tanya Lia. “Lia sayang, pacaran tuh nda penting, yang penting itu kuLiah ama
uang, ngapain juga saya harus pacaran sama satu fakultas ta bikin ribet aja,
susah mutusinnya.” Jawab Ika. “iyach kah???” “tau deh.” Balas Ika. “kenapa tong
itu mau di pikir, pikir tuh kuLiah ma tugas dari dosen” sambung Ika.
Mereka pun masuk ke kelas dan duduk berdekatan dan menjalani perkuLiahan
seperti biasanya. Saat istirahat mereka berdua memutuskan untuk tidak pulang
dulu. Mereka biasanya nongkrong di tempat favorite mereka yaitu di bawah pohon.
Saat berjalan keluar Ika dan Lia di hadang oleh teman sekelas mereka yaitu ayu.
“ka, nih surat cinta dari fansmu”kata ayu. “haak…oohh oke thanks.”balas Ika.
“banyaknya, itu surat cinta atau surat tagihan hutang”ejek Lia sambil tertawa.
“haak sembarang tong,,,,ayok mi”. “menger kow kah ma ni tugas kenapa nah
begini???” tanya Lia bingung. “jangan kow tanya ka sekarang ka belum pa mau
kerja i nanti malam pih… menger nda mengernya gampang jih di belakang pi
diurus” jawab Ika. Mereka pun duduk di tempat favorite mereka dan meinkmati
hembusan angin. “mana semua mi tadi itu surat cinta eh ka??” tanya Lia. “ini e,
jih di tas ku, kenapa i??” tanya Ika balik. “mau ka baca iy penasaran siapa sih
lagi yang menyet ma kau lewat surat” jawab Lia. “mdmdmd…..nda penting jich
kale.” Kata Ika. “tapi mau ka baca i”balas Lia memaksa. “iyoh, ambil miy ni
baca miy sepuasnya.” Kata Ika dan memberIkan semua surat itu.
Lia pun membuka dan membaca semua isi surat itu dan menulis semua
nama cowok yang menulis surat tersebut karena Lia suka banget nulis nama-nama
cowok yang suka ma Ika. “wouw…..pintar semua pah berkata-kata” kata Lia yang
membaca surat-surat itu. Sementara Ika hanya duduk terdiam seperti sedang
memikirkan sesuatu tanpa peduli pada semua surat-surat itu. “apa jeh mu pikir
lagi ka???”tanya Lia. “oh yah mau ka bertanya, pernah kow kah mimpIkan cowok
yang bisa buat kow bahagia dan nyaman di dekatnya??” tanya Ika. “haak…mimpi apa
itu, nda pernah lah, kenapa i kah, mimpi begitu ko kah???”tanya Ika. “iyoh
mimpi begitu ka na selalu ta ulang-ulang 1 minggu ma mimpi begitu mau ka cari
ki itu cowo yang ada dalam mimpi ku” jawab Ika. “terus, kalau mu dapat mih apa
mau mu buat??” tanya Lia lagi. “belum tau, masih bingung tapi harus ka temukan
kan” jawab Ika. “kaya apa saja pake mau di cari-cari kaya seorang putri mencari
cinta sejatinya.hehehe..”kata Lia ngejek Ika.
“Ika…Ika…banyaknya cowok yang mau sama kau kenapa tong yang tidak
nyata mu cari. Tinggal bilang ia ada mih itu pacarmu” kata Lia. “lain tong itu
sayang, pokoknya harus dapat” jawab Ika optimis. “kau jih deh” balas Lia.
“eehhmm….oh yach Lia ada miy calon odo-odo baruku anak olahraga,” kata Ika.
“iyoh kah?? Siapa??”tanya Lia. “namanya Arya, anak olahraga yah tipeku lah jadi
cocok buat di jadIkan odo-odo sambil mencari si dia itu.” Jawab Ika. “dari mana
ko kenal??”tanya Lia. “dari temanku yang anak olahraga juga”jawab Ika.
“ooohh…..tapi ada mih pacarnya kan Cuma odo-odo doank jadi nda pa pa jih lagian
kan Cuma pacar bukan kekasih” kata Ika. “kau itu biar ada pacarnya mu mbat
juga” kata Lia. “bukan salah saya dongk dia sendiri yang mau jadi mubatsir, kan
laki-laki hampir semuanya sama jalalatan” balas Ika. “kau jih palew, yang
penting nda jatuh cinta betulan ko ma dia”kata Lia. “apa??? Seorang Ika gitu
jatuh cinta nda mungkin”balas Lia lantang. “dasar batu” balas Lia. “biarin dari
pada sakit hati terus nangis, capek dech”sambung Ika. “pulang yuk” kata Lia.
“ayok mih pale”sambung Ika.
Mereka pun pulang bersama namun arah rumah mereka berbeda. Lia
harus naik pete-pete karena dia tidak tau naik motor. Dalam perjalanan pulang Ika
terus memikirkan pria dalam mimpinya itu namun dia juga tidak tau harus
mencarinya ke mana jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan pria itu.
3 bulan telah berlalu namun Ika belum juga menemukan pria itu, dia hampir putus
asa namun suatu hari di kampus saat ada acara kampus dia merasa ada seorang
pria memperhatIkannya namun dia tidak berani menatap pria itu dan membiarkannya
berlalu saja.
Suatu hari di kantin kampus Ika dan Lia bertemu dengan Ary salah
satu teman Ika namun beda kelas mereka pun makan siang bersama. “ka bagaimana
mih ama yang anak teknik e??”tanya li. “aiy pacce ki itu nda ada semangatnya,
berani di teori jih kayanya”jawab Ika. “ka bilang memang ka jangan mih itu ka
ada mih pacarnya”balas Lia. “iyoh nda mih”sambung Ika. “eehh titip salam
temanku??”kata Ary. “waalaikum salam saja”jawab Lia. “siapa??”tanya Ika.
“tumbennya na tanyakan namanya, biasanya nda peduli ko” kata Lia. “ka siapa tau
bisa di temani gila-gilaan toh,”kata Ika. “namanya Very seangkatan ta jih juga
tapi beda kelas ka”kata Ary. “oohh”balas Ika. “ku kira pacaran ko sama teman
kelas ku?”tanya Ary. “siapa seng??”tanya balik Ika. “dino!” jawab Ary. “bisa pi
itoo, orang Ika nda pernah jadian ma dia, dia jih kapan yang bilang-bilang begitu”kata
Lia. “begitu mih mungkin lagian berteman jah sama dia nda lebih kalau na anggap
lebih yah itu terserah dia ka yang jelasnya kan saya nda pacaran ma dia”kata Ika.
“oohhww…”sambung Ary.
“jadi ku kasih mih ni nomor mu ke itu temanku?”tanya Ary. “iyoh
kasih mih”kata Ika. “oke deh”balas Ary. “tapi mau ka dulu Liat ki mukanya,”kata
Lia. “jangan mih jeh nda penting jih kale”kata Ika. “aahh bagaimana kalau entar
sore ketemuan ko ma dia di bawah pohon tempat mu nongkrong”kata Ary. “oke pale
kau jih.”balas Ika. “tapi jangan ko buat ka menunggu ka nda ada itu orang suka
menunggu”kata Ika. “nda jih itu.”balas Ary dan bergegas pergi.
Sambil menunggu di bawah pohon Lia dan Ika mengobrol. “ka,
bagaimana mih itu pangeran impianmu, ada mih mu dapat??”tanya Lia sambil
mengejek. “nda ada pih capek ma sedding cari ki”jawab Ika pasrah. “ka kau juga
kenapa masalah dunia maya di kasih masuk dalam kehidupan sehari-hari,
lebbay.hahaha” kata Lia. “mdmdmd….biar mih jeh lebay dari pada nda ada sesuai
dengan kriteria ku bela”kata Ika. “ciyeh kriteria mih sede”balas Lia. “mana mih
itu Ary, lama na”kata Lia. Sambil melirik ke samping ternyata aru sudah datang
dengan membawa temannya Very, tinggi, ngga kurus dan ngga gemuk juga, kulit
kuning langsat dan cukup keren. “itu Ary”kata Ika. “weh keren pah temannya”kata
Lia.
Mereka pun langsung duduk dan mulai mengobrol. “ni mih eh namanya Very,
kenalan ko dulu”kata Ary. “nda usah mih kenalan na na kenal jah juga toh”kata Ika.
“iyah nda usah mih ka saya kenal jih juga, ina Ika dan ini Lia”kata Very sambil
menunjuk Ika dan Lia. “okeh sudah mih toh kenal-kenalannya, jadi mau ma
pulang”kata Ika. “kenapa nah cepat sekali??”tanya Very. “kan Cuma mau jih
kenalan nda pake ngobrol, jadi sudah beress…”kta Ika angkuh. “ay datang sih
betenya Ika, kentara itu”kata Lia pada Ary. “jadi??”tanya Ary. “bawa mih
temanmu pulang”kata Lia. “haak…mana boleh begitu, capek-capek ma bawa ih
kesini, susah sekali di bawah bela”kata Ary. “dari pada kena ko kata-kata
mutiaranya Ika!”kata Lia. “ohw yah mau ka bicara ma Ika, bisa…..”kata Very.
“oohhw bisa, menger jah.”kata Lia. “ayok”kata Lia dan membawa Ary bersamanya.
“terus apa mau mu bilang (sambil tersenyum) ??”tanya Ika. “to the
point saja ku suka ko.”jawab Very lantang. “ddeehh si langsung eh”sambung Ika.
“iyah dong, harus itu.”balas Very. “tapi nda mau ka jadi pacarmu”kata Ika.
“siapa tong mau jadi kan pacar ko”kata Very. “maksudnya???” tanya Ika heran.
“pikir mih, sekira mau ko pulang, pulang mako ka sudah mih juga”kata Very.
“tapi!, okeh…(pura-pura cuek)”kata Ika. Dan memanggil Lia. “Lia…. ayo mih”kata Ika
dan menarik tangan Lia dan bergegas pergi meninggalkan Very dan Ary. “kenapa
mih??”tanya Ary. “haahaha….”jawab Very dengan tawanya. “hwhwh….orang gila”kata Ary
heran. “gila ka gara-gara dia”balas Very. “siapa suruh mau sama dia, ni mih
resikonya”kata Ary. “betul betul”balas Very.
Sementara di Ika dan Lia. “kenapa ko tadi??”tanya Lia. “pakaballis
sekali itu orang”jawab Ika marah. “maksudnya??”tanya Lia lagi. “ay pusing ka,
nanti pih ku ceritakan ko, pulang maki saja.”kata Ika. Mereka pun pulang.
Malamnya Ika memikirkan maksud dari perkataan Very yang membuatnya bingung.
Tiba-tiba hpnya berdering dan ternyata saat dari membuka pesan masuknya
ternyata itu dari Very. “ngapain nih orang sms”kata Ika dalam hati. Saat Ika
membaca smsnya ternyata isinya adalah “malam Ika lagi ngapain ko?? Pasti lagi
mu pikir yang ku bilang tadi toh??”kata Very dalam smsnya. “siapa juga yang
mikirin ucapan mu, mending aku smsan ma odo-odoku, uueekk”balas Ika. “oohhww
gitu di! Baru saya tau ternyata Ika itu orangnya super duper cuek” balas Very.
“nda jih juga Cuma nda menger jah apa mu bilgn tadi, jadi lebih baik nda saya
pikir i”balas Ika. “ooww memangk nda usah mako pikir I nda penting jih juga,
mending bahas yang laen”balas Very. Dan mereka pun smsan sampai jam 12 malam.
Hampir tiap malam mereka saling sms namun jarang bertemu di
kampus. Bertemu pun jarang saling sapa seperti orang yang tidak kenal. Senyum
dikit cukuplah. “Lia….smsan terus ka sama Very”kata Lia. “ooww se kira biasa
mako kale smsan ma cowo yang mau ma kau”balas Lia. “tapi beda ini mau terus ka
kalau na sms ka biar nda ketemu yang penting sms lancar…haha…”balas Ika.
“eehhmm….jangan-jangan mu suka ki juga”kata Ika. “haak…nda lah”sambung Ika.
“eehhmm kau jih deh jangan sampe jatuh cinta”kata Lia. “ohw yah ka pulang
duluan ma nah ka ada mau saya pergi sama mace ku”kata Lia. “yah…sendiri jah
dong di kampus”kata Ika. “kaya tong cuma saya jih temanmu”balas Lia. “heheh…oke
pale pih mako”kata Ika. Lia pun pergi. Ke mana ma pale saya kodong malas ka
juga pulang. Kata Ika dalam hati.
Tiba-tiba Ary datang dan lagsung duduk di sebelah Ika.
“woey…tumbennya sendiri mana soulmate mu???” tanya Ary. “pulang mih,”jawab Ika
singkat. “kenapa paeng nda pulang kow juga??”tanya Ary. “malas ka tinggal di
rumah nda saya kerja, pusing ka mau ke mana”kata Ika. “ooww sini makow palew
temani ka cerita-cerita, ohg yah bagaimana mih Very, sudah mih menyet ma
kau??”kata Ary. “menyet apa, belum lah orang Cuma berteman biasa.”kata Ika
malu-malu. “ooww gitu di”balas Ary.
Very pun datang dengan langkah pelannya dan langsung duduk di
sebelah Ika. “hahaak… na gosip ka ni eh”kata Very dengan percaya dirinya.
“penting banget kau di cerita.” kata Ika. “PD mentong itu ka”sambung Ary.
“kentara jih dari gayanya”balas Ika. Menatap Ika dengan tatapan tajam. “apa ko Liat-Liat??”tanya
Ika. “nda jih”jawab Very tersenyum. Tiba-tiba hp Ary berdering dan
mengharuskannya untuk pergi meninggalkan Ary dan Ika.“pergi ka dulu nah di
panggil ka sama senior”kata Ary. “mau ko kemana??”tanya Ika namun tidak di
pedulIkan oleh Ary. “iyoh pergi mako.”kata Very. “mau ko kemana Ary??” tanya Ika
dengan suara lantang. “tenang mako nda saya makan jah ko”kata Ary menggoda Ika.
“isseng”balas Ika sinis.
Ary pun pergi. “mau ma juga pergi deh”kata Ika, namun saat dia
berdiri tangannya di pegang oleh Very. “jangan lalo mako pergi dulu temani ma
disini kodong nda saya temani”kata Ary. Ika pun duduk kembali dan Ary
melepaskan genggaman tangannya. “jadi??”tanya Ika. “jadi apa??”balas Very. “apa
mau di kerja disini??”tanya Ika. “duduk-duduk”balas Very. “malas ku”kata Ika
emosi. “hahahah…..emosi i, jangan lalo mako emosi santai mako saja”kata Very.
“mau mako pulang kah??”tanya Very. “iyah”jawab Ika singkat. “antar ko??”tanya Very.
“jangan mih ada jih motor ku”jawab Ika. “ooww iyah di ada pade motor mu”kata Ary.
Mereka hanya duduk terdiam tanpa kata-kata. “mau ko cerita atau
saya yang pertama cerita”kata Ary. “cerita apa??”tanya Ika heran. “sembarang
cerita masa lalu ke, mantan mu ke, atau apa pun”kata Ary. (masa lalu mih
seng)kata Ika dalam hati. “untuk apa dibahas yang begituan nda penting jih
kale”kata Ika. “penting dong supaya kita bisa saling melengkapi, hahahah”kata Ary
tertawa. “melengkapinya itu loh, lebbay.. hahaha”Ika pun tertawa. (manisnya
senyumnya ni cewe)kata Ary dalam hati. Mereka pun mulai mengobrol dan tertawa
bersama hingga adzan ashar berkumandang yang bertanda Ika harus pulang.
“astaga ashar mih pale, pulang ma nah ka ashar mih”kata Ika.
“pulang mako pale”kata Ary yang membuat Ika mengerutkan dahinya.
“hahaha….bercanda jah iyoh hati-hati ko dijalan”kata Ary. Ika pun berjalan
menuju parkiran dan mengambil motornya dan pergi tanpa menengok ke belakang
namun di hatinya dia tersipu malu. (dasar cewe aneh) kata Very. Hampir setiap
hari mereka bertemu di kampus dan pada suatu siang di kampus Ika dan Very duduk
berdua muka Very sangatlah serius dia seperti inginmengatakan sesuatu. “ka, nda
ada kah niatmu untuk pacaran??” kata Very. “haak (kaget)…kenapa I kah??” tanya Ika
balik. “nda jih masa begini terus ki nda ada status na kaya orang pacaran mih
gaya-gaya ta”kata Very. “jadi maksudmu ni hubungan ta di kasih kan
status??”tanya Ika. “yah begitulah”kata Very singkat. “okeh statusnya adalah
teman”kata Ika. “tapi masa Cuma teman na yang kurasa sudah lebih maki dari
teman”kata Very.
“ku tanya ko nah buat apa pake status na nda ada jih juga perasaan
ku sama kau, sama jih itu kalau ku buat sakit hatiko”kata Ika. “jadi, nda ada
perasaanmu ma saya??”tanya Very. “menurutmu??”tanya balik. Very terdiam dan
tidak dapat berkata apa-apa lagi. “okeh…okeh…mau ko punya status toh, mulai
sekarang pacaran ki”kata Ika. “serius ko, pacaran ki??”tanya Very kaget. “iyah
pacaran ki tapi, ada syaratnya”kata Ika. “apa ??”tanya Very yang gembira.
“selama dijalani ni hubunganta jangan ko harap bisa ka sayang ko dengan hati ku
ka Cuma akal ku jih yang jalan, belum pernah pa sayang sama orang dengan
setulus hati”kata Ika. “apa?? Sama jih itu kalau nda pacaran ki kau eh.”kata Very.
“kan kau sendiri yang minta untuk seperti ini adanya kata status”kata Ika
tegas. “tapi kan !!”kata Very resah.
Very pun resah dan tidak tau harus berkata apa. “dengar ka, ku
ceritakan ko masa lalu ku dulu pernah ka sayang banget sama orang ku pikir dia
mih pacarku untuk selamanya tapi salah dia selingkuh dan pergi, hampir setahun
baru ka bisa lupakan ki dan sampe sekarang benci sekali ka ma dia”kata Ika.
“tapi kan nda mesti na ganggu I hubungan ta yang sekarang”kata Very. “memang
tapi kalau mau ko bisa jah sayang ko bisa sekali tapi jangan salahkan ka kalau
akhirnya ku benci ko”kata Ika. “kenapa bede na begitu??”tanya Very bingung.
“karena begitu memang ka saya, nda mau ka terlalu sayang sama orang sekarang,
walaupun dia pacarku sendiri”kata Ika. “jelle tong kalau begitu ka nda bisa ko
lupakan ki itu namanya”kata Very. “terserah lah apa namanya ka nda bisa ma ubah
ki ni sifat jelle ku dan jangan ko jga cemburu kalau dekat-dekat ka ma cowo
lain ka resiko mu itu pacaran ma saya”kata Ika.
Very pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Ika
sendiri. Lia pun langsung datang setelah menyaksIkan obrolan mereka yang penuh
dengan wajah serius. “kenapa ko sama Very??”tanya Lia dengan suara pelan.
“biasa laki- laki dIkasih hati minta jantung”jawab Ika sinis. “kenapa memang I
kah??” tanya Lia. “minta ki di kasih status hubunganku ma dia jadi bilang ma
oke pacaran ki, tapi nda bisa ka sayang ko dengan hatiku Cuma dengan kata- kata
jih”kata Lia. “ddeehh talliwa to ko sayang, sakit ki itu hatinya Very”kata Lia.
“(menghela nafas)…apa boleh buat dari pada tambah na sayang ka terus tambah
sakit hati jih lebih baik bilang memang ma sekarang, takutka terulang lagi masa
lalu ku”kata Ika sedih. “nda baek tong kalau melihat ke belakang terus ko
sayang”kata Lia. “mau mih diapa traumua ma pacaran pake hati” kata Ika. “ku jih
deh sayang ka lebih tegar ko dari pada saya” balas Lia.
Malam harinya di rumah Very dia tidak bisa berhenti memikirkan
ucapan Ika dan dia tidak habis pikir kalau ada cewek yang berhati batu seperti
dia. Namun sebenarnya di hati Very dia paham akan perasaan Ika, (pernah jah
juga patah hati Ika gara- gara cewek dan berfikir tuk tidak pacaran lagi atau
pun jatuh cinta lagi tapi hidup tetap harus jalan kita tidak boleh berhenti
disini hanya gara-gara masa lalu apalagi sampe melihat ke belakang terus, dan
satu hal yang mesti kau tau kalau aku mencintaimu karena ALLAH, dan aku tidak akan pernah salah
karena menyukai mu) isi pesan Very yang dikirim untuk Ika. Saat Ika membuka
kotak masuknya dia mulai membaca isi pesan dari Very dan membuat hatinya
bergetar dan menghela nafas. “astaga ya..Allah apa ini perasaan apa ini mengapa
hatiku bergetar di saat ada orang yang menyatakan perasaannya padaku dengan
menyebut namamu, apakah dia yang selama ini aku cari, tapi tidak mungkin bukan
dia pasti bukan, apa yang harus ku lakukan”kata Ika dalam hati yang resah dan
kebingungan.
Dia pun mulai mengetik balasan sms untuk Very (beraninya kau
mengatakan cinta padaku atas nama Allah.), Very pun membalas smsnya
(keberanianku bukan hanya di mulut, tapi akan kutunjukkan padamu bahwa aku siap
untuk menjalani hubungan denganmu dengan status pacaran walaupun kau tidak
memiliki rasa seperti yang tertatanam di hatiku, karena kasihku padamu tulus). Ika
semakin resah dengan sms Very dia tidak tau harus berbuat apa dia masih ragu
kalau Very adalah pria dalam mimpinya. (baiklah) balas Ika singkat. (maka akan
ku mulai hubungan ini dengan ucapan bismillah…..)balas Very. Ika pun langsung
pergi mengambil air wudhu dan shalat untuk meminta petunjuk dari sang maha
pemberi petunjuk.
Keesokan harinya mereka bertemu di kampus dan menjalani hubungan
seperti sepasang kekasih namun waktu Ika kebanyakan hanya untuk
sahabat-sahabatnya sehingga sulit untuk menumbuhkan rasa sayang di hatinya
untuk Very. Pada suatu hari Very membuka kotak masuk dari setiap pesan Ika yan
sangat membuat hatinya terluka, hampir semua smsnya adalah sms dari para pria
yang menyukainya. “bahayanya pake sayang-sayang di..”kata Very menyindir Ika.
“apakah…ooww smsku biasa jih itu”balas Ika santai. “kenapa kah marah ko??”tanya
Ika. “nassami iyah”jawab Very. “bilang memang ka harus ko sabar hadapi ka
lagian sudah ka juga bilang toh ngga usah pake hati deh hubungan kita, kalau
mau ko pacaran dengan cewe lain terserah kau jih”kata Ika. Pedih hati Very
mendengar kata-kata Ika namun dia tetap bersabar karena dia bisa merasakan bahwa
kata-kata Ika bukan berasal dari hatinya hanya sekedar pancingan belaka.
“ciyeh bahaya tawwa banyak fansnya”kata Very pura-pura menyindir.
“kaya tong kau tidak banyak fans mu”balas Ika. “tidaknya jih deh banyakan kau
jih”kata Very. “terserah mih deh” balas Ika.
“mana hpku??, sini! mau ma pulang..”kata Ika. “cepatnya………” kata Very.”ada mau
ku pergi”kata Ika. “ooww….hati-hati ko pale”balas Very. “iyah…bye…”kata Ika dan
pergi. “sadist mu sama Very sayang”kata Lia yang jalan di sampingnya. “supaya
ilfeelki dan putus ma cepat dan mau ka kaya gini bimbang sedding hati ku”kata Ika.
“nda mu Liat ki itu caranya Very tatap ko penuh dengan kasih sayang nah, serius
ka..”kata Lia. “iyah kah??”tanya Ika. “astaga sayang serius ka kentara sekali
itu tatapannya nah na sayang sekali ko, jangan mako pikir ki lagi itu anak
olahraga eh”kata Lia. “belum jih itu mu Liat itu anak olahraga eh kalau na
tatap ka siapa tau sama jih kaya tatapannya Very” kata Ika.
Lia pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sIkap Ika yang
keras sekeras batu dan tidak bisa menyadari perasaan Very. Sampai suatu hari Very
tidak muncul kampus tanpa sadar Ika mencari-carinya. Lia bingung melihat Ika
yang dari tadi melihat kesana kesini dan terlihat seperti orang sedang mencari
sesuatu. “ka, kenapa ko??”tanya Lia. “haak?? Nda jih”balas Ika singkat. “mu
cari Very nah??”kata Lia. “nda lah….epen kah??”balas Ika. “cupen toh”sambung Lia
tertawa. “hahahah”
Lia tanpa sepengetahuan Ika mencari tau kenapa Very tidak muncul
di kampus padahal ini sudah seminggu. Dan ternyata dia behasil mengetahui
penyebabnya. “ka, ku tau mih kenapa na nda ke kampus ki Very” kata Lia. “kenapa
I bede??”tanya Ika. “ternyata toh pulkam
ki ka ada acara lamaran di keluarganya nda tau mih juga siapa yang mau
tunangan tapi bilang ki temannya dia bede, di jodohkan ki sama keluarganya”kata
Lia. “haak, masih ada juga yang kaya gituan, heheh….perasaan bukan mih zamannya
siti nurbaya ini, apalagi cowok ki..”kata Ika. “nda cemburu ko kah??”tanya Lia
penasaran. “yah, cemburu sih ada tapi mau mih diapa, nda mungkin tong pergi ka
rumahnya terus berteriak Very kau nda boleh dimilikin ama siapa pun karena kau
Cuma milikku, hahah….”kata Ika. “yah nda toh tapi kan masih bisa jah ko cegah
ki toh..”kata Lia. “mdmdmd…..jangan mih deh, diLiat mih saja nanti”kata Ika.
“tapi, ada jih feeling mu ma dia toh??”tanya Lia. “yah begitu mih kapan”jawab Ika.
“hmhm…dasar”balas Lia. Ika hanya membalas ucapan Ika dengan senyumannya.
Malam harinya Hati Ika semakin resah
dan galau dia tidak tau harus berbuat apa, kabar Very hilang begitu saja bagaIkan
ditelan bumi. (apa yang harus saya lakukan sekarang??tanya Ika dalam hati. Dia
pun memutuskan untuk tidur lebih awal. Di pagi harinya pada pukul 5 pagi saat
sang fajar belum menampakkan cahanya, saat cuaca masih begitu dinginnya yang
menembus kulit, Ika membuka jendela kamarnya dan melihat di sekitarnya, saat
dia menatap ke bawah ternyata ada Very yang sedang menunggunya sambil
mengandarai sepedanya. Merasa tidak percaya Ika mengucek matanya. Dengan
isyarat tangan Very menyuruh Ika untuk turun menemuinya, Ika pun bergegas turun
dengan perasaan bahagia. “Very!! Kenapa ko bisa ada disini??”tanya Ika. “ka mau
ka ketemu ma kau..”jawab Very dengan santainya. “naik ko”kata Very, “haak, mau
ki ke mana??”tanya Ika. “jangan mako tau ki mau ka ajak ko ke tempat rahasia
ku, cepat mako”kata Very, “ohg yah ni jaket mu pake dingin ko nanti”kata Very
dan memakaIkan jaket tersebut ke badan Ika. “kau iyah??, tunggu ma pale dulu
naik ka ambil jacket ku”kata Ika. “jangan mih, naik mako cepat nda ada mih
waktu”balas Very tergesa-gesa. Ika pun naik duduk di kursi belakang sepeda Very.
“pegangan ko”kata Very. Ika hanya menganggukkan kepalanya.
Very pun mengayun sepedanya dengan cepat. “dari dulu pa na mau ka
bonceng ko seperti ini”kata Very, “haak….yah (aku pun mengharapkan yang
sama)”kata Ika dalam hati dan menyandarkan kepalanya di punggung Very. Cuaca
yang begitu menusuk tubuh tak membuat semangat Very reda dan terus mengayun
sepedanya dengan lincahnya. “nah sampe mih,”kata Very. Merek pun turun dari
sepeda dan berjalan kaki menuju suatu bukit. Dan akhirnya mereka sampai juga.
“ni mih tempat rahasia ku dan Cuma kau yang mau ku kasih Liat”kata Very.
“cantiknya…..”kata Ika yang kagum melihat awan-awan yang bagaIkan kertas yang
malayang menuju suatu tempat. “masih ada, tunggu mih yang lebih cantik”kata Very,
matahari pun terbit dan menyilaukan cahanya yang kekuning merahan. “ohg yah
kenapa nah n da pernah ko ke kampus, mau ko bede di jodohkan”tanya Ika. “siapa
bilang?? Nda nya mih gosip jih itu, bisanya itu mau ka di jodohkan na ada
pacarku disini yang berhati batu”kata Very mengejek Ika. “haha…batu mih
seng”kata Ika yang nda marah dengan ucapan Very. “ohg yah mau ka minta maaf
karena egois ka sama kamu nda pedulIka ama perasaan mu, sebagai pacar
seharusnya ku baik-baiki ko”kata Ika. “nda pa pa, na ku kira begitu memang jih
sifatmu”kata Very. “jadi mu maafkan ma ni??”tanya Ika. “iyah lah, masa orang
yang ku sayang, nda ku maafkan” balas Very. “thanks” kata Ika.
“ada mau ku bilang”kata Very. “apa??”balas Ika. (merasa malu-malu
mengucapkannya), “mau ko kah menIkah sama saya??”tanya Very. “haak (kaget)menIkah,
sekarang”kata Ika. “nda lah tapi nanti pih”balas Very. “oohh saya kira
sekarang, ballasi apa mau di makan..hahaha….”kata Ika tertawa. “jadi ??” tanya Very.
“iyoh mau ka, senang jah kalau bilang ko begitu”kata Ika. “serius ko??
Sungguh?? Nda main- main jah ko toh??”tanya Very. “nda, serius ka”jawab Ika.
“yesz….hahahaha”kata Very yang tertawa dan mau memeluk Ika. “eehh….tidak bisa
bukan muhrim”kata Ika melarang Very dengan tangannya. “uuppstt,,,sorry”kata Very
malu. Very pun berteriak di depan sang fajar “aku mencintaimu Ika”….., “ihh
orang gila”kata Ika. “biar mih, ka kau yang kasih gila ka. uueekk”balas Very.
Mereka pun pulang bersama karena pagi semakin menjemput. Dalam
hati Ika berkata. “di zaman sekarang memang banyak cowok yang ngga setia atau
jalalatan matanya, namun moga-moga saja pilihanku ni benar karena kalau sampe
pilihanku salah berarti aku telah menghancurkan perasaanku sendiri dengan
menyerahkan hatiku pada pria ini, Very. Tapi sekeras apapun perasaanku bisa
hancur dalam sekejap mata bisa terobati hanya dengan bisikan cintanya.
hahahah…….”
SEKIAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar